ABATANEWS, MAROS — Bupati Maros, Dr. H.A.S. Chaidir Syam, menerima penghargaan dari Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas). Penghargaan ini diberikan atas dukungan aktif Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Maros dalam operasi pencarian dan pertolongan (SAR) kecelakaan pesawat udara PK-THT di kawasan pegunungan Bulusaraung beberapa waktu lalu.
Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Kepala Basarnas Kelas A Makassar, Muhammad Arif Anwar, yang mewakili Kepala Basarnas RI, Marsekal Madya TNI Kusworo (atau pejabat terkait), dalam seremoni di Rumah Jabatan Bupati Maros, Kamis (26/3/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Muhammad Arif Anwar menyampaikan apresiasi atas sinergi dan respons cepat Pemkab Maros dalam mendukung kelancaran operasi SAR. Menurutnya, keterlibatan berbagai unsur di daerah, mulai dari pemerintah hingga masyarakat, menjadi faktor krusial dalam mempercepat proses pencarian di medan yang ekstrem.
Baca Juga : 111 Warga Maros Pilih Mundur dari PKH, Tak Lagi Bergantung Bansos
“Dukungan dari pemerintah daerah sangat berarti, terutama dalam mobilisasi sumber daya di lapangan yang membantu tim SAR bekerja lebih efektif,” ujar Arif.
Sementara itu, Bupati Maros Dr. H.A.S. Chaidir Syam menyampaikan rasa terima kasih atas apresiasi tersebut. Ia menegaskan bahwa dukungan yang diberikan merupakan bentuk tanggung jawab pemerintah daerah dalam penanganan bencana dan kondisi darurat di wilayahnya.
“Ini adalah kerja bersama. Pemerintah daerah bersama seluruh unsur terkait akan selalu siap mendukung setiap upaya kemanusiaan, khususnya dalam operasi SAR demi keselamatan warga,” tegas Chaidir.
Baca Juga : Bupati Chaidir Syam Tunjuk Nuryadi Isi Jabatan Plt Kadis Perikanan Maros
Ia berharap sinergi antara Pemkab Maros dan Basarnas dapat terus diperkuat pada masa mendatang. Hal ini bertujuan agar penanganan situasi darurat dapat dilakukan secara lebih cepat, tepat, dan terkoordinasi.
Penghargaan ini menjadi bukti komitmen Pemkab Maros dalam mendukung upaya penyelamatan jiwa sekaligus memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam menghadapi berbagai kondisi kedaruratan di daerah.