Rabu, 25 Maret 2026

Belum Mendesak, PemerintahBatalkan Pembelajaran Jarak Jauh

Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno. (foto: Kemenko PMK)
Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno. (foto: Kemenko PMK)

ABATANEWS, MAKASSAR – Pemerintah membatalkan rencana sekolah daring atau pembelajaran jarak jauh (PJJ) bagi pelajar. Rencana ini awalnya akan diterapkan mulai April 2026 mendatang.

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Pratikno mengatakan penerapan PJJ belum terlalu mendesak dilaksanakan. Olehnya itu, proses belajar mengajar di seluruh Indonesia akan tetap dilaksanakan secara tatap muka (luring) guna menjaga kualitas SDM nasional.

Ia khawatir jika pembelajaran daring dipaksakan, justru akan memunculkan masalah baru yang lebih serius di dunia pendidikan.

Baca Juga : Ramai Isu Pembelajaran Jarak Jauh dan Siswa Dipaksa Ambil MBG, Begini Respon BGN

“Pentingnya menjaga kualitas pendidikan siswa, pembicaraan lintas kementerian bahwa pembelajaran daring bagi siswa tidak menjadi sebuah urgensi saat ini,” ujar Pratikno dalam keterangan resminya, dikutip Rabu (25/3/2026).

Pratikno menekankan bahwa pemerintah tidak ingin proses pendidikan terganggu dan berujung pada learning loss. Yakni kondisi siswa kehilangan kemampuan belajar akibat jeda atau gangguan dalam proses pendidikan.

Keputusan ini diambil setelah koordinasi lintas kementerian, melibatkan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) serta Kementerian Agama (Kemenag).

Baca Juga : Proses Belajar Mengajar di Sekolah Wilayah Aceh dan Sumatera Mulai Berlangsung 5 Januari 2026

Selain itu, langkah ini diambil untuk menindaklanjuti arahan langsung Presiden Prabowo Subianto dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara. Presiden menekankan bahwa krisis dunia saat ini justru harus menjadi momentum percepatan transformasi nasional, bukan penghambat.

Komentar