ABATANEWS, MAROS —Tahun ini, anggaran Alokasi Dana Desa (ADD) di Kabupaten Maros mengalami peningkatan yang signifikan. Ada peningkatan sekitar Rp6 Miliar.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Maros, Muhammad Idrus, mengaatakan ADD tahun ini mengakami peningkatan jika dibanding tahun 2024 lalu yang hanya sekitar Rp76,8 miliar.
“Untuk ADD tahun ini sekitar Rp82,9 miliar, ada peningkatan sekitar Rp6 miliar,” katanya Senin, 20 Januari 2025.
Baca Juga : Hingga Mei 2026, Realisasi PAD Maros Capai 40 Persen
Selain ADD, Dana Desa (DD) juga mengalami peningkatan. Dimana tahun 2024, DD di Kabupaten Maros tercatat sebesar Rp77,5 miliar, sedangkan pada tahun 2025 naik menjadi Rp78,8 miliar, bertambah sekitar Rp1 miliar.
Desa Samangki tercatat sebagai penerima ADD terbesar dengan jumlah Rp1,37 miliar, sementara desa dengan alokasi ADD terkecil adalah Desa Padaelo yang menerima Rp841 juta.
Sedang desa dengan anggaran tertinggi untuk DD adalah Desa Bontomatene sebesar Rp1,6 miliar
Baca Juga : Bupati dan Wakil Bupati Maros Jemput Jemaah Haji Kloter 14 di Tengah Guyuran Hujan
“Terendah itu di Desa Padaelo Kecamatan Mallawa sebesar Rp705 juta,” jelas Mantan Kadis DP3A itu.
Anggaran ADD dan DD yang diterima setiap desa bervariasi.
“Tergantung jumlah penduduk, kesulitan geografis, luas wilayah, dan tingkat kemiskinan,” sebutnya.
Baca Juga : 111 Warga Maros Pilih Mundur dari PKH, Tak Lagi Bergantung Bansos
Pihaknya pun mengimbau agar para kepala desa mendahulukan hal-hal prioritas yang dibutuhkan masyarakat. “Tidak asal membangun,” singkatnya.