ABATANEWS, GOWA – Sebanyak 60 siswa Kristen dan Katolik di SD Inpres Borong Palala, Kecamatan Pattallassang, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan (Sulsel) belum punya guru Pendidikan Agama Kristen (PAK) dan Pendidika Agama Katolik (PAKat).
Untuk sementara, para murid memperoleh pendidikan PAK dan PAKat dari Pembimas Kristen Kanwil Kemenag Sulsel. Pembinaan tersebut dilakukan bersama staf Pembimas Kristen dan Penyuluh Agama Kristen Kabupaten Gowa.
Pembimas Kristen Kanwil Kemenag Sulsel, Merpati Sampe Liling mengatakan, kehadiran Kemenag merupakan bagian dari upaya memastikan setiap anak memperoleh haknya dalam mendapatkan pendidikan agama.
Baca Juga : 92 Siswa Madrasah Akan Perkuat Barisan Pengibar Merah Putih di Sulsel
“Anak-anak memiliki hak yang sama untuk mendapatkan pendidikan agama sesuai keyakinannya. Karena itu, Kemenag hadir untuk memastikan hak tersebut tetap terpenuhi,” ucap Merpati, Jumat (7/8/2026).
Ia menegaskan, pembinaan tidak sekadar memberikan materi keagamaan. Tetapi juga menjadi bagian dari penguatan moderasi beragama sejak di lingkungan sekolah.
“Kami ingin menanamkan nilai-nilai moderasi beragama sejak dini, sehingga anak-anak tumbuh dengan sikap saling menghargai dan menghormati perbedaan,” tegasnya.
Baca Juga : Penyerahan SK Redistribusi PPPK, 66 ASN Kemenag Sulsel Terima Penugasan Baru
Langkah tersebut, lanjut Merpati, sejalan dengan Asta Protas Kementerian Agama. Khususnya penguatan kerukunan dan cinta kemanusiaan.
“Kerukunan dan cinta kemanusiaan harus dimulai dari lingkungan pendidikan. Sekolah menjadi ruang penting untuk menanamkan nilai tersebut kepada generasi muda,” tuturnya.
Pihak sekolah menyambut baik kegiatan tersebut dan berharap pembinaan dari Kemenag dapat dilakukan secara rutin.
Baca Juga : Kemenag Pantau Hilal Penetapan Idulfitri 1447 Hijriah di 117 Titik, Sulsel di 2 Lokasi
Sekolah juga berharap pemerintah dapat menempatkan guru PAK maupun PAKat agar kebutuhan pendidikan agama bagi siswa Kristen dan Katolik dapat terpenuhi secara berkelanjutan.