Jumat, 27 Februari 2026

3 Remaja Diamankan Polsek Rappocini Usai Tusuk Korban Pakai Busur Hingga Tertancap di Perut

Ilustrasi senjata tajam jenis busur.
Ilustrasi senjata tajam jenis busur.

ABATANEWS, MAKASSAR – Personel Opsnal Reskrim Polsek Rappocini, Polrestabes Makassar mengamankan tiga remaja yang diduga terlibat dalam kasus penganiayaan menggunakan anak panah busur. Penangkapan dipimpin Panit 1 Opsnal Ipda Suprianto, pada Rabu (25/2/2026).

Peristiwa tersebut terjadi di Jalan Kelapa 3, Kelurahan Ballaparang, Kecamatan Rappocini, Kota Makassar. Tiga remaja yang diamankan masing-masing berinisial MF (17), MAB (14), dan YAR (15).

Ipda Suprianto mengungkapkan, kejadian bermula saat kelompok pelaku dan kelompok korban membuat janji melalui media sosial Instagram untuk menggelar taruhan lomba lari di lokasi kejadian. Setelah lomba dimenangkan oleh kelompok pelaku, terjadi kesalahpahaman.

Baca Juga : Evaluasi Dua Tahun Prabowo-Gibran, Ribuan Personel Gabungan Amankan Unjuk Rasa di Flyover Makassar

Baca Juga : Polsek Rappocini Ringkus 14 Pemuda Kasus Bentrokan di Monumen Emysaelan, Sejumlah Senjata Tajam Ditinggal Kabur

Baca Juga : Bentrok Antar Kelompok di Biringkanaya Makassar Tewaskan Seorang Pemuda, Satu Lagi Luka Berat

 

“Karena salah satu teman pelaku diduga diejek oleh kelompok korban. Karena tidak terima, para pelaku kembali mendatangi lokasi korban berada,” ujar Ipda Suprianto, Jumat (27/2/2026).

Baca Juga : Evaluasi Dua Tahun Prabowo-Gibran, Ribuan Personel Gabungan Amankan Unjuk Rasa di Flyover Makassar

Baca Juga : Polsek Rappocini Ringkus 14 Pemuda Kasus Bentrokan di Monumen Emysaelan, Sejumlah Senjata Tajam Ditinggal Kabur

Baca Juga : Bentrok Antar Kelompok di Biringkanaya Makassar Tewaskan Seorang Pemuda, Satu Lagi Luka Berat

 

Baca Juga : Sempat Buron, Pelaku Penikaman Pengunjung Warung Kelontong di Tamalate Akhirnya Dibekuk Tim Gabungan

Tiga pelaku datang berboncengan menggunakan sepeda motor dan berhenti tepat di depan korban berinisila R (13). Salah satu pelaku sempat menanyakan sandal miliknya kepada korban.

Baca Juga : Evaluasi Dua Tahun Prabowo-Gibran, Ribuan Personel Gabungan Amankan Unjuk Rasa di Flyover Makassar

Baca Juga : Polsek Rappocini Ringkus 14 Pemuda Kasus Bentrokan di Monumen Emysaelan, Sejumlah Senjata Tajam Ditinggal Kabur

Baca Juga : Bentrok Antar Kelompok di Biringkanaya Makassar Tewaskan Seorang Pemuda, Satu Lagi Luka Berat

 

Namun tak lama kemudian, pelaku mengambil alat pelontar dan anak panah busur dari dashboard sepeda motor.

Baca Juga : Evaluasi Dua Tahun Prabowo-Gibran, Ribuan Personel Gabungan Amankan Unjuk Rasa di Flyover Makassar

Baca Juga : Polsek Rappocini Ringkus 14 Pemuda Kasus Bentrokan di Monumen Emysaelan, Sejumlah Senjata Tajam Ditinggal Kabur

Baca Juga : Bentrok Antar Kelompok di Biringkanaya Makassar Tewaskan Seorang Pemuda, Satu Lagi Luka Berat

 

“Salah satu pelaku berinisial MF sempat mencoba melontarkan anak panah ke arah korban. Namun alat pelontarnya terputus,” jelasnya.

Baca Juga : Evaluasi Dua Tahun Prabowo-Gibran, Ribuan Personel Gabungan Amankan Unjuk Rasa di Flyover Makassar

Baca Juga : Polsek Rappocini Ringkus 14 Pemuda Kasus Bentrokan di Monumen Emysaelan, Sejumlah Senjata Tajam Ditinggal Kabur

Baca Juga : Bentrok Antar Kelompok di Biringkanaya Makassar Tewaskan Seorang Pemuda, Satu Lagi Luka Berat

 

Baca Juga : Operasi Knalpot Brong, Polrestabes Makassar Tindak 352 Kendaraan

Karena alat pelontar tidak dapat digunakan, MF kemudian menggunakan anak panah tersebut untuk melukai korban secara langsung hingga mengenai bagian perut.

Baca Juga : Evaluasi Dua Tahun Prabowo-Gibran, Ribuan Personel Gabungan Amankan Unjuk Rasa di Flyover Makassar

Baca Juga : Polsek Rappocini Ringkus 14 Pemuda Kasus Bentrokan di Monumen Emysaelan, Sejumlah Senjata Tajam Ditinggal Kabur

Baca Juga : Bentrok Antar Kelompok di Biringkanaya Makassar Tewaskan Seorang Pemuda, Satu Lagi Luka Berat

 

Akibat kejadian itu, korban mengalami luka dan pihak keluarga korban segera melaporkan peristiwa tersebut ke pihak kepolisian. Korban menjalani perawatan medis di RSUD Daya Kota Makassar.

Baca Juga : Evaluasi Dua Tahun Prabowo-Gibran, Ribuan Personel Gabungan Amankan Unjuk Rasa di Flyover Makassar

Baca Juga : Polsek Rappocini Ringkus 14 Pemuda Kasus Bentrokan di Monumen Emysaelan, Sejumlah Senjata Tajam Ditinggal Kabur

Baca Juga : Bentrok Antar Kelompok di Biringkanaya Makassar Tewaskan Seorang Pemuda, Satu Lagi Luka Berat

 

Sementara itu, ketiga terduga pelaku masih menjalani pemeriksaan lebih lanjut di Polsek Rappocini. Motif sementara diduga akibat kesalahpahaman antar kelompok.

Baca Juga : Evaluasi Dua Tahun Prabowo-Gibran, Ribuan Personel Gabungan Amankan Unjuk Rasa di Flyover Makassar

Baca Juga : Polsek Rappocini Ringkus 14 Pemuda Kasus Bentrokan di Monumen Emysaelan, Sejumlah Senjata Tajam Ditinggal Kabur

Baca Juga : Bentrok Antar Kelompok di Biringkanaya Makassar Tewaskan Seorang Pemuda, Satu Lagi Luka Berat

 

Baca Juga : Pelarian DPO Penikam Ojol di Makassar Berakhir, Ditangkap Polisi di Polewali Mandar

Ipda Suprianto mengimbau masyarakat, khususnya para orang tua, agar meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas dan pergaulan anak-anaknya.

Baca Juga : Evaluasi Dua Tahun Prabowo-Gibran, Ribuan Personel Gabungan Amankan Unjuk Rasa di Flyover Makassar

Baca Juga : Polsek Rappocini Ringkus 14 Pemuda Kasus Bentrokan di Monumen Emysaelan, Sejumlah Senjata Tajam Ditinggal Kabur

Baca Juga : Bentrok Antar Kelompok di Biringkanaya Makassar Tewaskan Seorang Pemuda, Satu Lagi Luka Berat

 

“Kami mengimbau kepada masyarakat untuk bersama-sama menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif serta mengawasi pergaulan anak-anak agar tidak terlibat dalam tindakan yang melanggar hukum,” pungkasnya.

Penulis : Azwar
Komentar