Rabu, 26 Agustus 2026

3 Hari Berturut-turut, Gangguan Teknis Pesawat Kembali Terjadi di Bandara Sultan Hasanuddin

Pesawat PT VAST Intra Avia saat mengalami gangguan teknis di landasan pacu Bandara Sultan Hasanuddin, Kabupaten Maros, Sulsel, Rabu (26/8/2026). (Foto: Istimewa)
Pesawat PT VAST Intra Avia saat mengalami gangguan teknis di landasan pacu Bandara Sultan Hasanuddin, Kabupaten Maros, Sulsel, Rabu (26/8/2026). (Foto: Istimewa)

ABATANEWS, MAKASSAR – Insiden gangguan teknis pesawat di landasan pacu Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, kembali berulang untuk ketiga kalinya secara berturut-turut.

​Pada Rabu (26/8/2026) sekitar pukul 13.30 WITA, pesawat surveillance tipe Piper PA-31 Navajo milik PT VAST Intra Avia mengalami kendala teknis berupa roda terkunci (wheel lock).

Pesawat yang sedianya terbang menuju Bandara Juanda, Surabaya ini berhasil dievakuasi ke area apron dalam waktu 30 menit oleh petugas bandara.

Baca Juga : Selama Mudik dan Arus Balik Lebaran 2026, Bandara Hasanuddin Layani 448.143 Penumpang

​Branch Communication & CSR Department Head PT Angkasa Pura I Bandara Sultan Hasanuddin, Taufan Yudhistira, memastikan seluruh operasional penerbangan tetap berjalan normal tanpa gangguan karena bandara mengoptimalkan penggunaan runway lainnya.

“Sesaat menerima informasi, personel bandara langsung menuju lokasi untuk melakukan evakuasi. Penanganan evakuasi dilakukan dengan cepat dan tepat menuju ke apron lebih kurang selama 30 menit,” ujar Taufan Yudhistira.

Rentetan Insiden 3 Hari di Bandara Sultan Hasanuddin

Baca Juga : Jumlah Penumpang Domestik Angkutan Udara Naik 0,38 Persen di Provinsi Sulsel

​Rabu, 26 Agustus 2026: Pesawat Piper PA-31 Navajo (PT VAST Intra Avia) mengalami wheel lock di landasan pacu saat hendak berlepas menuju Surabaya.

​Selasa, 25 Agustus 2026: Pesawat Cassa milik TNI AL tergelincir di runway 03-21 (utara-selatan) Bandara Sultan Hasanuddin pada pukul 11.25 WITA.

​Senin, 24 Agustus 2026: Jet tempur Sukhoi Su-30 MK2 milik TNI AU keluar sejauh 30 meter dari ujung landasan akibat malafungsi sistem pengereman saat menjalani sesi test flight pasca-pemeliharaan berat (overhaul).

Baca Juga : Musim Libur, Penumpang di Bandara Sultan Hasanuddin Meningkat 20 Persen

​Seluruh rangkaian insiden teknis yang terjadi selama tiga hari berturut-turut ini dipastikan tidak menimbulkan korban jiwa maupun mengganggu stabilitas operasional penerbangan umum secara keseluruhan.

Penulis : Azwar
Komentar