Rabu, 08 Mei 2024 10:13

Vladimir Putin Kembali Pimpin Rusia untuk Periode Kelimanya, ‘Opsisi’ Mereka Hanya Barat

Vladimir Putin kembali dilantik menjadi Presiden Rusia, pada Selasa (7/5/2024) waktu setempat. Dengan ini, Putin kembali memimpin Rusia untuk periode kelimanya, sejak tahun 1999 lalu. (Dok Kremlin)
Vladimir Putin kembali dilantik menjadi Presiden Rusia, pada Selasa (7/5/2024) waktu setempat. Dengan ini, Putin kembali memimpin Rusia untuk periode kelimanya, sejak tahun 1999 lalu. (Dok Kremlin)

ABATANEWS, RUSIAVladimir Putin kembali dilantik menjadi Presiden Rusia, pada Selasa (7/5/2024) waktu setempat. Dengan ini, Putin kembali memimpin Rusia untuk periode kelimanya, sejak tahun 1999 lalu.

Pelantikan itu berlangsung di Istana Grand Kremlin. Putin meletakkan tangannya di atas Konstitusi Rusia dan bersumpah mempertahankannya yang disaksikan kerumunan pejabat terpilih.

“Kita adalah bangsa yang bersatu dan hebat dan bersama-sama kita akan mengatasi semua rintangan, mewujudkan semua rencana kita, bersama-sama kita akan menang,” kata Putin usai dilantik, seperti melansir kantor berita AP, pada Rabu (8/5/2024).

Baca Juga : Pemerintah Rusia Masukkan Kaum LGBT Kelompok Teroris

Putin akan memimpin Rusia hingga tahun 2030. Dan berdasarkan konstitusi Rusia, Putin masih memungkinkan untuk mencalonkan diri kembali di masa yang akan datang.

Putin kini menjadi pemimpin negara terlama di Rusia. Terlama yang memimpin negara yang dulunya bernama Uni Soviet itu adalah Joseph Stalin, yakni selama 29 tahun.

Dalam pidatonya, Putin menyampaikan rasa terima kasihnya kepala bala tentaranya yang ia sebut sebagai ‘pahlawan’. Pahlawan yang dianggap oleh Putin telah menentang dominasi barat.

Baca Juga : Rusia-China Buat Proyek Spektakuler: Pasang Pembangkit Nuklir di Bulan pada Tahun 2033

Seperti diketahui, Rusia melancarkan agresi militer ke Ukrainia pada tahun 2020 itu. Agresi militer tersebut sebagai upaya melawan barat dan negara-negara Eropa yang dianggap telah mengganggu kedaulatan negaranya.

“Rusia tidak menolak dialog dengan negara-negara Barat. Sebaliknya, pilihan ada di tangan mereka: apakah mereka berniat untuk terus berusaha membendung Rusia, melanjutkan kebijakan agresi, terus memberikan tekanan terhadap negara kita selama bertahun-tahun atau mencari jalan menuju kerja sama dan perdamaian,” jelas Putin.

Di antara lebih dari 2.500 tamu undangan yang menghadiri pelantikannya, termasuk selebritas Amerika Serikat (AS) Steven Seagal dan duta besar Prancis.

Baca Juga : Presiden Ukraina Akui Sudah 31 Ribu Tentaranya Tewas dalam Perang Lawan Rusia

Baik duta besar AS, Inggris, maupun Jerman tidak hadir. Kedutaan Besar AS mengatakan Duta Besar Lynne Tracy berada di luar negeri untuk perjalanan pribadi yang telah dijadwalkan sebelumnya.

Penulis : Azwar
Komentar