Minggu, 05 Juni 2022 22:42

Usman Lonta Akan Kawal Perbaikan Trans Sapaya-Malakaji di APBD 2023

Anggota DPRD Sulsel Usman Lonta saat menggelar reses di Kabupaten Gowa. (Foto: Abatanews/Azwar)
Anggota DPRD Sulsel Usman Lonta saat menggelar reses di Kabupaten Gowa. (Foto: Abatanews/Azwar)

ABATANEWS, GOWA — Kondisi jalan trans Bungaya- Botolempangang dan Tompobulu Kabupaten Gowa semakin parah. Hal ini dikeluhkan warga saat reses Anggota DPRD Provinsi Sulsel Usman Lonta, Minggu (5/6/2022).

Warga Kecamatan Bungaya dan Botolempangang mempertanyakan lambannya pemerintah Provinsi menangani masalah ini. Keluhan warga ini disampaikan di Kelurahan Sapaya Kecamatan Bunga dan Desa Bontoloe Kecamatan Botolempangang.

“Kami berharap Pemerintah Provinsi Sulsel untuk peduli dan memperbaiki poros jalan Sapaya- Malakaji, perjalanan Bapak Anggota DPRD ke sini tentu melihat dan merasakan kondisi jalan menuju Kampung kami,” kata Suwandy dan Ismail dua warga Bontoloe.

Baca Juga : Maju ke DPR RI, Usman Lonta Ingin Perjuangkan Wajib Belajar 15 Tahun Ditanggung Negara

Harapan yang sama juga diutarakan Haji Said yang dibenarkan Ismail Mile selaku Sekcam Bungaya. “Aspirasi warga di Bungaya yang paling utama adalah kondisi jalan provinsi diperbaiki, juga bantuan rumah ibadah (Masjid) di kampung kami dapat diprioritaskan,” harapnya.

Anggota Fraksi PAN Sulsel Usman Lonta menegaskan pihaknya akan maksimal berjuang di tahun 2023 agar poros Sapaya- Malakaji dapat diperbaiki. “Alhamdulillah, sebanyak 9 orang Anggota DPRD Sulsel dari Dapil Gowa- Takalar telah sepakat memasukkan dalam anggaran APBD Sulsel 2023,” urai Usman Lonta.

Selain fokus mengawal anggaran perbaikan jalan di Poros Sapaya-Malakaji, bantuan rumah ibadah juga selalu tersedia di APBD Sulsel. “Silahkan diusulkan dan kami akan kawal lewat mekanisme,” kuncinya.

Baca Juga : Warga Gowa Keluhkan Sejumlah Infrastruktur ke Dewan Usman Lonta

Anggota Badan Anggaran Sulsel ini ini juga menambahkan, kondisi jalan provinsi di Gowa dan Takalar selalu menjadi perhatian.

“Tapi kita harus bisa memahami selama dua tahun dampak pandemi mengakibatkan beberapa anggaran dipangkas walaupun adik adik mahasiswa sering hadir di parlemen untuk aksi dan membawakan aspirasinya,” kata Usman Lonta.

Selain menyampaikan persoalan infrastruktur, masalah pendidikan dan pertanian menjadi topik dalam kegiatan reses tersebut.

Penulis : Azwar
Komentar