ABATANEWS, MAKASSAR – Universitas Hasanuddin menyelenggarakan Sharing Inspiration bersama Prof. Morten P. Meldal, peraih Nobel Prize in Chemistry 2022, bersama Tim Thematic Research Group (TRG).
Kegiatan ini menjadi forum strategis untuk mendiskusikan peluang riset kolaboratif dan penguatan jejaring penelitian internasional.
Kegiatan ini berlangsung di Ruang Senat Lantai 2, Kampus Unhas Tamalanrea, mulai pukul 14.00 Wita, Kamis (29/01).
Baca Juga : Peresmian Unhas Medical Museum Fakultas Kedokteran Unhas, Momentum Penting dalam Dies Natalis ke-70
Prof. Meldal memaparkan berbagai topik penelitian yang berpotensi dikembangkan melalui kolaborasi antara peneliti Indonesia dan mitra global.
Ia menilai, Indonesia memiliki kekayaan sumber daya alam yang sangat besar yang dapat dijadikan modal utama dalam pengembangan riset berkelas dunia.
Tantangan global saat ini menuntut riset yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga mampu menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat.
Baca Juga : Prof Dr Jamaluddin Jompa Kembali Terpilih Sebagai Rektor Unhas, Raih 23 Suara
Oleh karena itu, kolaborasi lintas negara dan lintas disiplin menjadi kunci dalam menghasilkan penelitian yang berdampak luas dan berkelanjutan.
Ia juga mendorong para peneliti Unhas untuk membangun koneksi internasional yang lebih kuat, termasuk dengan institusi riset di Denmark maupun negara-negara lainnya.
Jejaring global tersebut dinilai penting untuk memperluas perspektif ilmiah, meningkatkan kualitas publikasi, serta mempercepat alih pengetahuan dan teknologi.
Baca Juga : Mahasiswa KKN Unhas Disebar ke 21 Kelurahan di Makassar, Fokus Sampah dan Perubahan Iklim
“Penelitian harus mampu menghadirkan solusi nyata, dan itu hanya dapat dicapai melalui kolaborasi. Saya melihat peluang besar untuk membangun koneksi riset antara Indonesia, Denmark, dan negara lainnya,” ujar Prof Meldal.
Ketua Lembaga penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Unhas, Prof. dr. Muh. Nasrum Massi, Ph.D., Sp.MK., menegaskan komitmen Unhas dalam memperkuat sumber daya manusia dan ekosistem penelitian. Peningkatan kapasitas peneliti menjadi prioritas utama dalam mendorong lahirnya riset unggulan dan inovatif.
Prof. Nasrum menjelaskan, Unhas terus meningkatkan kualitas penelitian melalui berbagai skema pendanaan, termasuk penyediaan pendanaan riset internal.
Baca Juga : Di Unhas, JK Soroti Perangkap Pendapatan Menengah dan Ketergantungan SDA Indonesia
Skema ini dirancang untuk mendukung riset strategis yang relevan dan berpotensi dikembangkan bersama mitra internasional, termasuk topik-topik yang sejalan dengan kepakaran Prof. Morten P. Meldal.
“Keberadaan TRG Unhas menjadi wadah penting untuk mengintegrasikan riset lintas fakultas dan disiplin ilmu. Saat ini, Unhas memiliki lebih dari 200 TRG dengan berbagai fokus penelitian strategis yang ke depan diharapkan dapat dikolaborasikan bersama mitra internasional,” jelas Prof. Nasrum.
Sharing session ini juga dimanfaatkan sebagai ruang dialog terbuka antara Prof. Morten dan para peneliti Unhas untuk membahas ide-ide riset masa depan, peluang joint research, serta strategi kolaborasi publikasi ilmiah internasional.
Baca Juga : Proses Pembelajaran di Wilayah Terdampak Bencana Diatur Fleksibel Sesuai Kondisi Lokal
Dalam kegiatan ini, Tim TRG Unhas terlibat aktif dalam diskusi mengenai pengembangan riset yang sedang dan akan dilakukan. Melalui kegiatan ini, Unhas menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat jejaring riset global dan membangun kolaborasi ilmiah yang berdampak.