Selasa, 27 Februari 2024 09:12

Turut Berduka Atas Bencana Longsor di Luwu, Pj Gubernur Bahtiar Pastikan Bantuan Tiba Cepat di Lokasi

Turut Berduka Atas Bencana Longsor di Luwu, Pj Gubernur Bahtiar Pastikan Bantuan Tiba Cepat di Lokasi

ABATANEWS, MAKASSAR – Penjabat Gubernur Sulsel, Bahtiar Baharuddin, menyampaikan duka mendalam kepada korban meninggal dunia akibat longsor di jalan Desa Bonglo Kecamatan Bastem Utara, Kabupaten Luwu, Senin, 26 Februari 2024.

“Pertama atas nama masyarakat dan Pemerintah Provinsi mengucapkan turut berduka cita pada saudara kita yang terdampak dari musibah longsor tersebut,” kata Bahtiar Baharuddin, di Kantor Gubernur Sulsel, Senin, 26 Februari 2024.

Ia mengatakan, upaya mencakup langkah-langkah tanggap darurat, koordinasi dengan instansi terkait, serta upaya rehabilitasi dan penanganan bencana, telah dilakukan.

Baca Juga : 18 Meninggal Tertimbun Longsor di Toraja, Pj Gubernur: Perintahkan Semua Potensi Berikan Bantuan dan Evakuasi

“Saya melalui Kepala Dinas Badan Penanggulangan Bencana (BPBD) mengambil langkah-langkah koordinasi. Tadi saya telepon langsung (Pj) Bupati Luwu, Pak Saleh kemudian Pj Wali Kota Palopo, sudah berada di lokasi tadi siang,” ungkapnya.

Langkah-langkah untuk mengurangi dampak negatif yang ditimbulkan oleh tanah longsor, serta menjaga keselamatan masyarakat sekitar, juga dilakukan.

“Karena itu jalan akses terputus dan itu tadi Dinas PU, dan Dinas Sosial Provinsi. Memastikan dikerjakan supaya akses terputus ini segera bisa diatasi dan alat-alatnya yang terdekat dikerahkan,” ujarnya.

Baca Juga : Peraih Kalpataru di Sulsel Support Peringatan Hari Bumi yang Digagas Pj Gubernur Bahtiar

Dalam situasi darurat ini, gubernur berperan penting dalam memastikan bantuan cepat tiba di lokasi terdampak dan menyelamatkan korban yang membutuhkan pertolongan.

“Jadi saya juga pantau terus. Saya juga meminta karena jalan akses terputus sementara. Kita harus memastikan sembako masyarakat jangan sampai terganggu disalurkan,” imbuhnya.

Selanjutnya, ia meminta bupati, secara administratif untuk menetapkan kondisi tanggap darurat, agar dapat menggunakan fasilitas anggaran yang tersedia.

Penulis : Azwar
Komentar