ABATANEWS, SAMPIT – Beredar video viral yang menunjukkan Wakil Bupati Kotawaringin Timur Kalimantan Tengah, Irawati dibentak oleh pemilik toko penjual minuman keras (miras).
Video tersebar luas di berbagai platform media sosial. Video berdurasi 6 menit itu awalnya menunjukkan Irawati yang menanyakan izin penjual miras. Beberapa kali ditanya, tampak si penjual tak begitu menghiraukan.
Baca Juga : Operasi Penyakit Masyarakat, Polisi di Makassar Sita 50 Liter Miras Jenis Ballo
Alih-alih memberi jawaban, si penjual yang merasa risih terus ditanya soal izin itu memilih menutup tokonya.
Baca Juga : Jelang Pergantian Tahun, Polisi di Makassar Sita 50 Liter Miras Jenis Ballo
Akan tetapi upaya penutupan itu dihadang oleh petugas yang ikut mendampingi Wabub. “Ini tidak ada izinnya. Warga Kotim lihat ini,” ujar Wabup.
Baca Juga : Operasi Penyakit Masyarakat, Polisi di Makassar Sita 50 Liter Miras Jenis Ballo
Baca Juga : Holywings Promosikan Miras Pakai Nama Muhammad
Terhadap pernyataan itu, langsung terjadi adu mulut. Bahkan Irawati dikatakan arogan oleh penjual miras.
Baca Juga : Viral Pria Cekoki Miras ke Balita Sambil Tertawa, Netizen Geram
View this post on Instagram
Baca Juga : Viral, Ibu-ibu di Jeneponto Pesta Miras Disaksikan Banyak Warga
“Ibu jangan arogan,” ujar penjual miras itu.
Baca Juga : Operasi Penyakit Masyarakat, Polisi di Makassar Sita 50 Liter Miras Jenis Ballo
Baca Juga : Holywings Promosikan Miras Pakai Nama Muhammad
Baca Juga : Gelar Razia Miras, Polisi di Makassar Sita Ratusan Liter Miras Jenis Ballo
“Saya tidak arogan pak. Saya hanya mau tanyakan ada izin nggak jual miras ini. Ini tanah daerah,” sahut Wabup.
Baca Juga : Operasi Penyakit Masyarakat, Polisi di Makassar Sita 50 Liter Miras Jenis Ballo
Baca Juga : Holywings Promosikan Miras Pakai Nama Muhammad
“Ini yang melaporkan saya ke Polda,” tambah Irawati lagi keras.
Baca Juga : Operasi Penyakit Masyarakat, Polisi di Makassar Sita 50 Liter Miras Jenis Ballo
Baca Juga : Holywings Promosikan Miras Pakai Nama Muhammad
Dalam video itu, adu mulut terus dilakukan antara Wabup dengan penjual itu yang dibatasi oleh loket. Hingga berita ini diterbitkan, belum diketahui pasti akhir dari perdebatan tersebut. (*)