Jumat, 13 Oktober 2023

Subsidi Tabung Gas LPG 3 Kg Tahun 2023 Capai Rp 117 Triliun

Ilustrasi LPG 3 kg. (Foto: esdm.go.id)
Ilustrasi LPG 3 kg. (Foto: esdm.go.id)

ABATANEWS.COM – Subsidi tabung gas LPG 3 kilo gram (KG) mengalami kenaikan di tahun 2023 ini. Di mana tahun ini, pemerintah Indonesia harus merogoh kocek sebesar Rp 117 Triliun.

Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartanto mengungkapkan, penggunaan LPG 3 kg menunjukkan tren peningkatan. Hal ini, disebabkan turunnya pengguna gas LPG nonsubsidi hingga

memicu peningkatan subsidi hingga menjadi Rp117 triliun di tahun 2023.

Baca Juga : Pemprov Sulsel Gandeng Polda Usut Dugaan Penimbunan dan Penyelundupan Gas LPG 3 Kg

Baca Juga : Pemkot Parepare dan Pertamina Sidak Pangkalan LPG 3 Kg, Stok Dipastikan Aman Meski Permintaan Meningkat

 

“Di tahun 2022 kemarin (penggunaan) mencapai 7,8 juta ton, ini yang subsidi, dan yang nonsubsidi itu turun terus, jadi yang tahun kemarin sekitar 580 ribu. Nah, subsidi ini diperkirakan di tahun ini subsidinya bisa mencapai Rp117 triliun,” ungkap Airlangga dikutip laman Sekretariat Kabinet, Jumat (13/10/2023).

Baca Juga : Pemprov Sulsel Gandeng Polda Usut Dugaan Penimbunan dan Penyelundupan Gas LPG 3 Kg

Baca Juga : Pemkot Parepare dan Pertamina Sidak Pangkalan LPG 3 Kg, Stok Dipastikan Aman Meski Permintaan Meningkat

 

Baca Juga : Penggunaan Gas LPG 3 Kg Meningkat di Sulsel dan Sulbar, Pertamina Tambah Pasokan 65%

Untuk mengatasi hal tersebut, pemerintah akan meningkatkan sambungan jaringan gas (jargas) rumah tangga untuk mengurangi penggunaan liquefied petroleum gas (LPG). Khususnya penggunaan LPG tabung gas 3 KG.

Baca Juga : Pemprov Sulsel Gandeng Polda Usut Dugaan Penimbunan dan Penyelundupan Gas LPG 3 Kg

Baca Juga : Pemkot Parepare dan Pertamina Sidak Pangkalan LPG 3 Kg, Stok Dipastikan Aman Meski Permintaan Meningkat

 

Hanya saja, kata Airlangga, progres penyambungan jaringan gas rumah tangga baru mencakup 835 ribu rumah. Dari 835 sambungan tersebut, sebanyak 594 ribu pendanaannya berasal dari pemerintah dan 241 ribu dari Perusahaan Gas Negara (PGN).

Baca Juga : Pemprov Sulsel Gandeng Polda Usut Dugaan Penimbunan dan Penyelundupan Gas LPG 3 Kg

Baca Juga : Pemkot Parepare dan Pertamina Sidak Pangkalan LPG 3 Kg, Stok Dipastikan Aman Meski Permintaan Meningkat

 

“Ini menjadi perhatian pemerintah agar jaringan gas ini bisa dinaikkan di tahun 2024 ke angka 2,5 juta jaringan,” ujarnya.

Baca Juga : Pemprov Sulsel Gandeng Polda Usut Dugaan Penimbunan dan Penyelundupan Gas LPG 3 Kg

Baca Juga : Pemkot Parepare dan Pertamina Sidak Pangkalan LPG 3 Kg, Stok Dipastikan Aman Meski Permintaan Meningkat

 

Baca Juga : Efek Kemarau, Penggunaan LPG 3 Kg di Sulsel Meningkat

Terkait penambahan tersebut, kata Airlangga, pemerintah tengah mengkaji kebijakan pembuatan regulasi yang memungkinkan pelibatan pihak swasta melalui skema kerja sama pemerintah dan badan usaha (KPBU).

Baca Juga : Pemprov Sulsel Gandeng Polda Usut Dugaan Penimbunan dan Penyelundupan Gas LPG 3 Kg

Baca Juga : Pemkot Parepare dan Pertamina Sidak Pangkalan LPG 3 Kg, Stok Dipastikan Aman Meski Permintaan Meningkat

 

“Caranya tentu mengubah perpres sehingga memungkinkan pihak swasta bisa ikut di dalam pengembangan jaringan gas kota. Nah, tentu pengembangan ini membutuhkan revisi daripada peraturan presiden, sehingga dalam peraturan presiden nanti akan ditunjuk Menteri ESDM sebagai penanggung jawab untuk kerja sama KPBU,” pungkasnya.

Penulis : Wahyu Susanto
Komentar