ABATANEWS, MAKASSAR – Pelaksana Tugas Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman mangapresiasi kinerja Menteri Koordinator Perekonomian Indonesia, Airlangga Hartarto.
Sudirman mengungkapkan, lewat kinerja yang dikomandoi Airlangga, Indonesia masih mampu menjaga kestabilan ekonomi dibadingkan negara-negara lainnya dalam menghaapi pandemi Covid-19.
“Saya harus bilang, tidak mudah menjabat Menko Ekonomi di tengah pandemi seperti ini. Tetapi di bawah komando bapak Airlangga, ekonomi Indonesia mampu terjaga kestabiliannya. Pak Airlangga sudah menunjukkan kelas sebagai pemimpin yang punya kapasitas mumpuni,” ungkap Sudirman.
Baca Juga : Sulsel Catat Prestasi Nasional Indeks Penyelenggaraan Ketentraman dan Ketertiban Umum IPKKU 2025
Tak hanya itu, Sudirman Sulaiman berterima kasih atas kepemimpinan Airlangga yang juga Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) ini dalam memberikan arahan kepada kepala daerah.
Baginya, ide-ide dan keputusan-keputusan Airlangga sangat membantu kepala daerah dalam penanganan Covid-19 dan pemulihan ekonomi.
“Saya sendiri mengaku sangat nyaman di bawah komando bapak Airlangga. Dalam setiap arahannya selalu tegas, lugas, dan tepat sasaran. Ini sebuah kepemimpinan yang sangat luar biasa,” pungkasnya.
Baca Juga : Pemprov Sulsel Umumkan Tender Preservasi Jalan Paket 6 Senilai Rp278,6 M
Sementara Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto meminta masyarakat Sulawesi Selatan untuk tidak ke luar negeri. Pasalnya Penyebaran wabah Covid-19 Omicron mulai meningkat.
“Oleh karena itu, pada saat rapat bersama bapak presiden (Jokowi) tadi, kita tidak perlu ke luar negeri dulu karena bisa membawa virus,” katanya.
“Karena Omicron ini tingkat fatalitasnya 0,4 kali lebih dari delta, dan segi penularannya empat atau lima kali,” katanya.
Baca Juga : Tingkatkan Pertanian, Gubernur Sulsel Terima Satyalancana Wira Karya dari Presiden Prabowo
Meski demikian, Ketua Umum DPP Partai Golkar ini berharap masyarakat untuk tidak khawatir selama menerapkan protokol kesehatan secara ketat.
“Kuncinya adalah protokol kesehatan, menggunakan masker daan vaksinasi,” tambahya. (*)