Minggu, 25 September 2022 17:18

Sri Mulyani Pentingnya MyPertamina dan Krisis di Sri Langka

Menteri Keuangan, Sri Mulyani saat menghadiri Rakornas Pelaksanaan Anggaran (PA) Tahun 2022, Rabu (13/4/2022).
Menteri Keuangan, Sri Mulyani saat menghadiri Rakornas Pelaksanaan Anggaran (PA) Tahun 2022, Rabu (13/4/2022).

ABATANEWS, JAKARTA — Penerapan MyPertamina untuk mengisi bahan bakar di SPBU sudah pasti akan jadi pilihan pemerintah. Hal itu disampaikan oleh Menteri Keuangan, Sri Mulyani dalam pembukaan Olimpiade APBN 2022 virtual, pada Ahad (25/9/2022). Meski diakuinya juga, penerapan ini akan memiliki dampak terhadap masyarakat dan negara.

MyPertamina kalau ingin membatasi, memang harus ada mekanisme. Kalau mekanismenya efisien dengan digital, masuk ke pompa bensin, tahu nomor kendaraan, langsung kita tahu siapa tau pemiliknya, dan mengatakan BBM beli sampai 100 liter sudah kebanyakan, pasti menimbulkan dampak,” ujar Sri Mulyani dikutip dari Kumparan.

Sri Mulyani mengatakan, orang yang memiliki mobil tidak bisa mengkonsumsi BBM subsidi lebih banyak akibat MyPertamina. Masyarakat yang memiliki mobil banyak menandakan mereka tergolong orang mampu, sehingga tidak perlu membeli BBM subsidi.

Baca Juga : Cegah Stunting dan Mati, Pemerintah Naikkan Harga Cukai Rokok Tembakau dan Elektrik

“Apa pun pilihan, pasti ada akibatnya bisa dari sisi waktu, ada rakyat yang kesal. Ada yang merasa selama ini menggunakan harga yang sekarang lebih tinggi, atau akibatnya ke APBN sendiri,” katanya.

Menkeu melanjutkan, semakin banyak subsidi yang diberikan, maka Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) menjadi lebih bengkak. Setiap negara memiliki pilihan kebijakan yang berbeda, dengan berbagai kondisi APBN.

“Kalau Indonesia sekarang bisa mengeluarkan Rp 500 triliun untuk subsidi BBM, kita sudah lihat Sri Lanka yang APBN sudah tidak kuat lagi, sudah jebol. Pasti ekonominya sudah krisis,” tambahnya.

Baca Juga : Jusuf Kalla Telepon Sri Mulyani: Jangan Takuti Rakyat Tahun Depan Akan Kiamat

Menurutnya, apabila harga BBM subsidi dibiarkan, maka tantangan ekonomi di Indonesia semakin berat karena inflasi naik. Banyak dimensi yang menjadi pertimbangan pemerintah dalam menaikkan harga BBM subsidi.

“Biasanya orang yang punya mobil lebih banyak itu orang mampu. Negara memberikan subsidi banyak, tapi yang menikmati mereka yang punya kendaraan lebih besar,” sambungnya.

 

Penulis : Wahyuddin
Komentar