ABATANEWS, JEPANG — Sony mengumumkan pemutusan hubungan kerja terhadap sekitar 900 karyawan di divisi PlayStation dan menutup studio di London dalam upaya pulih dari dampak pandemi.
Langkah ini terjadi setelah Sony menurunkan ekspektasi penjualan PlayStation 5-nya.
“Kami telah menyimpulkan bahwa keputusan sulit tidak dapat dihindari,” kata kepala game Sony, Jim Ryan, dikutip dari Reuters, pada Selasa (28/2/2024).
Kepala game Sony, Jim Ryan, menyatakan keputusan sulit itu tidak terhindarkan.
Tindakan ini sejalan dengan pemutusan kerja oleh perusahaan lain seperti Microsoft dan Riot Games milik Tencent karena lambatnya pemulihan pasar game.
Meskipun pasar game global tumbuh hanya 0,6 persen pada tahun lalu, Sony memperkirakan penurunan penjualan PlayStation 5 dalam waktu mendatang.
Meskipun demikian, perangkat tersebut telah terjual lebih dari 50 juta unit sejak diluncurkan pada akhir tahun 2020.