Rabu, 05 Juni 2024 16:40

Sikat Mafia Tanah dan ASN Bandel Jadi Misi Busrah Abdullah Ingin Pimpin Kota Makassar

Sikat Mafia Tanah dan ASN Bandel Jadi Misi Busrah Abdullah Ingin Pimpin Kota Makassar

ABATANEWS, MAKASSAR — Salah satu pendiri Partai Amanat Nasional (PAN) di Sulawesi Selatan, Busrah Abdullah membeberkan sejumlah hal penting dan fundamental, bila berhasil menjadi Wali Kota Makassar di periode mendatang.

Sejumlah persoalan pelik di Kota Makassar, menurut Busrah, perlu untuk diselesaikan dengan baik oleh pemerintah. Mulai dari memberantas mafia hingga menertibkan ASN ‘bandel’.

“Yang tumbuh subur sekarang ini mafia-mafia tanah,” ucap Busrah saat diwawancarai oleh wartawan setelah mengembalikan formulir pendaftaran bakal calon Wali Kota di DPD PAN Makassar, Jalan Abdullah Dg Sirua, pada Rabu (5/6/20249.

Baca Juga : Survei Archy Strategy: Pendatang Baru Dinilai Bisa Tumbangkan Orang Lama

“Dan ketika saya diberi amanah memimpin Kota Makassar, tidak ada lagi toleransi untuk mereka-mereka. Siapapun dia,” tegas Busrah yang mengusung jargon ‘Makassar Lebih Baik’ itu.

Ia pun menegaskan, salah satu visi-misi yang diusung nantinya yakni memberantas para mafia tanah di Kota Daeng.

Selanjutnya, hal yang ingin diperbaiki oleh Busrah ialah pemanfaatan APBD agar bisa lebih bermanfaat lagi.

Baca Juga : Antar Langsung Daging Kurban, Warga Tallo Doakan Andi Seto Asapa

“Kalau saya memimpin, tidak akan banyak lagi agenda seperti simposium atau semacamnya, kecuali diamahkan oleh undang-undang,” jelasnya.

Begitu pun perihal agenda perjalanan dinas. Menurut mantan Wakil Ketua DPRD Makassar itu, hal tersebut sangat membebani keuangan pemerintah kota.

“Perjalanan PNS, pejabat, kepala dinas, DPRD, harus dikurangi. Tidak boleh sembarangan lagi. Saya tahu persis bagaimana itu. Bagaimana caranya bekerja dengan baik kalau di luar daerah?,” sebut mantan Ketua DPD PAN Makassar tersebut.

Baca Juga : Baliho Milik ASA Dirusak OTK, Sadap Imbau Relawan Tak Terprovokasi

Makanya, lanjut Busrah, bila diberi kepercayaan oleh rakyat untuk memimpin Kota Makassar, ia bersedia tidak akan mengambil gajinya.

“Gaji saya untuk rakyat. Tidak ada gaji untuk saya. Saya juga tidak akan ambil gaji saya. APBD juga untuk rakyat, bukan untuk pejabat,” pungkasnya.

Penulis : Azwar
Komentar