Senin, 09 Maret 2026

Serangan Udara Israel di Lebanon Akibatkan 10 Orang Tewas

Potret kerusakan di Kota Sir al-Gharbiyyeh, Distrik Nabatieh, Lebanon Selatan usai serangan usara Israel. (foto: Anadolu)
Potret kerusakan di Kota Sir al-Gharbiyyeh, Distrik Nabatieh, Lebanon Selatan usai serangan usara Israel. (foto: Anadolu)

ABATANEWS.COM – Tentara Zionis Israel kembali melancarkan serangan udara ke wilayah Lebanon pada Minggu malam. Akibat serangan tersebut, puluhan orang dilaporkan tewas.

Dalam laporan otoritas Lebanon, serangan udara Israel menyasar kota Sir al-Gharbiyyeh, Distrik Nabatieh, Lebanon Selatan. Dalam serangan itu, menewaskan sedikitnya 10 orang dan melukai enam lainnya.

Mengutip Anadolu pada Senin (9/3/2026), serangan pada Minggu (8/3/2026) terjadi sehari setelah rangkaian serangan udara Israel lainnya menewaskan sedikitnya 55 orang. Termasuk anak-anak, di wilayah timur dan selatan Lebanon pada sehari sebelumnya, Sabtu (7/3/2026).

Baca Juga : Perwira Militer Israel Tewas Akibat Serangan Drone Hizbullah di Lebanon Selatan

Kementerian Kesehatan Lebanon dan sejumlah media lokal sebelumnya melaporkan setidaknya 49 orang dilaporkan tewas dalam serangkaian serangan udara yang menghantam ibu kota Lebanon, Beirut, serta sejumlah wilayah di selatan negara itu pada hari yang sama.

Israel dilaporkan memperluas kampanye militernya di Lebanon sejak Senin (2/3/2026). Langkah itu diambil setelah adanya serangan roket terbatas yang diluncurkan kelompok bersenjata Hizbullah di tengah meningkatnya ketegangan di Timur Tengah terkait perang antara Amerika Serikat (AS) dan Israel terhadap Iran.

Ketegangan regional memanas sejak ketika AS dan Israel melancarkan serangan gabungan pertamanya terhadap Iran, Sabtu (28/2/2026) yang menewaskan lebih dari 1.200 orang, termasuk Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei.

Baca Juga : Sedang Gencatan Senjata, Tentara Israel Tetap Lanjutkan Operasi Militer di Lebanon Selatan

Iran kemudian membalas dengan meluncurkan serangan drone dan rudal yang menargetkan Israel serta sejumlah negara Teluk yang menjadi lokasi aset militer AS. Eskalasi konflik tersebut turut meluas ke negara tetangga, termasuk Lebanon.

Israel dan Hizbullah saling melancarkan serangan lintas perbatasan yang sejak awal pekan lalu yang menurut data pemerintah Lebanon telah menewaskan hampir 400 orang, melukai lebih dari 1.100 orang, serta membuat ribuan warga terpaksa mengungsi.

Penulis : Wahyuddin
Komentar