Senin, 05 Oktober 2026

Ruas Jalan Salaonro Soppeng-Batas Wajo Kini Mulus Berkat Program MYP Pemprov Sulsel

Ruas Jalan Salaonro-Batas Kabupaten Wajo sepanjang 8,23 kilometer yang menjadi salah satu akses penghubung antara Kabupaten Soppeng dan Kabupaten Wajo.
Ruas Jalan Salaonro-Batas Kabupaten Wajo sepanjang 8,23 kilometer yang menjadi salah satu akses penghubung antara Kabupaten Soppeng dan Kabupaten Wajo.

ABATANEWS, WAJO – Perubahan wajah infrastruktur jalan mulai terasa di Ruas Jalan Salaonro-Batas Kabupaten Wajo sepanjang 8,23 kilometer yang menjadi salah satu akses penghubung antara Kabupaten Soppeng dan Kabupaten Wajo.

Kini ruas tersebut tampil dengan kondisi jauh lebih baik setelah mendapatkan penanganan melalui Program Multi Years Project (MYP) Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Pemprov Sulsel) yang masuk dalam Paket 4 senilai Rp615 miliar.

Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman mengatakan sebelum mendapatkan penanganan, kondisi pada bagian ruas jalan ini masih berupa lapisan agregat dengan permukaan yang kasar dan belum dilengkapi lapisan perkerasan beraspal.

Baca Juga : HKTI Sulsel Didorong Perkuat Konsolidasi untuk Transformasi Pertanian

“Alhamdulillah kini perubahan kondisi jalan terlihat jelas. Permukaan jalan telah mendapatkan lapisan perkerasan beraspal dengan kondisi yang lebih rata, sementara bagian bahu jalan juga telah ditangani dengan lapisan beton,” kata Andi Sudirman, Minggu (4/10/2026).

Menurutnya, perubahan tersebut tidak hanya membuat tampilan jalan menjadi lebih baik, tetapi juga meningkatkan fungsi jalan sebagai prasarana transportasi yang mendukung mobilitas masyarakat.

“Insya Allah proses pembangunan kita lakukan secara bertahap, supaya semua ruas di sejumlah wilayah hasilnya bisa lebih mantap,” ungkapnya.

Baca Juga : Buka FIN Expo 2026, Wagub Sulsel Ajak Masyarakat Akses Layanan Keuangan Legal

Sementara itu, Kepala Bidang Jalan Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Provinsi Sulawesi Selatan, Muhammad Rosyadi, menyampaikan bahwa salah satu penanganan perkerasan pada lokasi tersebut menggunakan Laston Lapis Aus (AC-WC/Asphalt Concrete Wearing Course).

Secara teknis, Rosyadi menjelaskan AC-WC merupakan lapisan permukaan pada perkerasan lentur yang bersentuhan langsung dengan lalu lintas.

Lapisan ini berperan dalam menyediakan permukaan jalan yang lebih rata dan memiliki tingkat kekesatan yang memadai, sekaligus meningkatkan kenyamanan dan ketahanan permukaan jalan terhadap pengaruh lalu lintas serta kondisi lingkungan.

Baca Juga : MYP Paket 1 Kini Memasuki Tahap Pengerjaan Pedestrian, Drainase, dan Bahu Jalan

“Tidak hanya permukaan jalan, penanganan juga mencakup elemen pendukung berupa sistem drainase di sisi jalan. Keberadaan drainase menjadi bagian penting dalam menjaga kinerja jalan karena berfungsi mengendalikan dan mengalirkan air permukaan agar tidak menggenang di sekitar badan jalan. Agar potensi kerusakan perkerasan akibat pengaruh air dapat diminimalkan,” jelasnya.

Bagi masyarakat yang setiap hari menggunakan jalan ini, perubahan tersebut bukan sekadar tentang permukaan jalan yang kini terlihat lebih baik. Jalan yang lebih mantap berarti perjalanan yang lebih nyaman, mobilitas yang lebih lancar, serta dukungan yang lebih baik bagi aktivitas ekonomi dan distribusi barang antarkawasan.

“Melalui program MYP ini, kita terus mendorong penanganan infrastruktur secara bertahap dengan memperhatikan tidak hanya lapisan perkerasan, tetapi juga berbagai elemen pendukung jalan,” pungkas Rosyadi.

Baca Juga : Gubernur Andi Sudirman Apresiasi Kepala BGN Pilih Sulsel untuk Aktivasi Serentak 480 SPPG 3T di Wilayah Timur Indonesia

Diketahui, penanganan ruas ini merupakan bagian dari pekerjaan yang lebih luas dalam Program MYP Jalan Paket 4. Secara keseluruhan, Paket 4 mencakup 15 ruas jalan sepanjang 286,80 kilometer di sejumlah wilayah Kabupaten Barru, Soppeng, Wajo, dan Bone dengan nilai anggaran Rp615 miliar.

Penulis : Azwar
Komentar