ABATANEWS, MAROS — Capaian Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Maros hingga bulan Mei mencapai sekitar 32.59 persen.
Hal itu diungkapkan Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Maros, Andi Baso Arman, Rabu, 5 Juni.
Realisasi sampai pertengahan Mei kata dia sekitar Rp92.539.912.278 atau 32.59 persen dari target Rp283 miliar.
Baca Juga : Asa Tiga Besar: Kabupaten Maros Lepas 352 Atlet Menuju arena Porprov Sulsel XVIII 2026
Lebih lanjut kata dia, kalau dari 10 Organisasi Perangkat Daerah (OPD) penghasil PAD, yang realisasinya sudah melewati 30 persen baru enam OPD.
“Ada enam OPD yang realisasinya melewati 30 persen, yakni Bapenda, Dinas Perikanan, Dinas Pekerjaan Umum, Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Lingkungan Hidup Dinas Kesehatan dan RSUD,” katanya.
Sementara OPD yang belum mencapai 30 persen yakni Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disparpora), Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu Dan Ketenagakerjaan (DPMPTSPK) dan Kopurindag.
Baca Juga : Chaidir Syam Buka Maros Creative Festival 2026, Dorong Kreativitas Anak Muda dan UMKM
Dia mengatakan ada berbagai kendala yang dihadapi OPD yang capaiannya masih rendah.
“Kalau Dinas Pariwisata kendalanya cuaca yang kurang mendukung, sehingga pengunjung lokasi wisata yg dikelola masih kurang,” katanya.
Sedangkan Dinas Pertanian, kata dia, alsintannya diperiksa oleh BPK sehingga kurang maksimal dalam meraih retribusi sewa alsintan.
Baca Juga : Wabup Maros Tekankan Penyertaan Modal PDAM Harus Berdampak pada Pelayanan
“Dinas Penanaman Modal masih kurangnya warga yang mengurus Izin Persetujuan Bangunan Gedung. Dan
Kopurindag banyak belum membayar sewa kios atau lods,” sebutnya
Tahun ini PAD Maros ditargetkan sekitar Rp283.913.503.960
Dimana untuk Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) targetnya sebesar Rp180 miliar dan capaiannya sekitar 30,87 persen atau Rp55 miliar.
Baca Juga : Kekeringan Landa 12 Kecamatan di Maros, BPBD Distribusikan 150 Ribu Liter Air per Hari
Kemudian Dinas Perikanan yang ditarget Rp850 juta realisasinya sudah mencapai Rp317 juta atau 37,30 persen.
Sementara Dinas Pekerjaan Umum, Tata Ruang, Perhubungan dan Pertanahan realisasinya mencapai 39,43 persen atau Rp138 juta dari target Rp350 juta.
Dinas Kesehatan ditarget Rp27 miliar berhasil mengumpulkan 36,35 persen atau Rp10 miliar.
Baca Juga : Sejumlah OPD Lampaui Target, PAD Kabupaten Maros Tembus Rp285,5 Miliar
RSUD dr La Palaloi baru Rp21 miliar atau 39,40 persen dari target Rp54 miliar.
Sedang Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Lingkungan Hidup Rp52 juta atau 34,93 persen dari target Rp150 juta.
Untuk empat OPD yang belum melampaui target 30 persen, seperti Dinas Pertanian baru menghasilkan Rp123 juta atau 20,57 persen dari target Rp600 juta.
Baca Juga : Chaidir Syam Ikuti Lomba Masak di Sulsel Expo & Culinary 2026
Selanjutnya Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga capaiannya sekitar Rp1,7 miliar atau 24,67 persen dari target Rp7 miliar.
Dinas Penanaman Modal, Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Ketenagakerjaan capaiannya Rp2,1 miliar atau 25,23 persen dari target Rp8,5 miliar.
Untuk Kopurindag capaian PAD nya sekitar Rp766 juta atau 20,99 persen dari target Rp3,6 miliar.
Baca Juga : Chaidir Syam Imbau Siswa SMPN 1 Maros Gunakan Masker di Tengah Kabut Asap
Terpisah Bupati Maros, AS Chaidir Syam mengimbau agar OPD di Kabupaten Maros bisa menggenjot capaian PAD nya.
“Kita berharap agar semua OPD bisa lebih memaksimalkan dalam pencapaian targetnya,” katanya.
Diakuinya biasanya capaian PAD baru maksimal di triwukan ketiga.
Baca Juga : Pemkab Maros Siapkan Pilkades Serentak di 64 Desa, Pemungutan Suara Dijadwalkan April 2027
“Memang kadangkala PAD biasanya lebih maksimal di triwulan ketiga dan keempat. Karena pajak PBB akan mulai terbayarkan, saat ini dengan terbitnya SPPT PBB masyarakat menggenjot agar capaian PAD bisa meningkat dan tercapai sesuai target,” pungkasnya.