Jumat, 16 Oktober 2026

PSM Makassar Masih Tahap Reorganisasi, Darije Kalezic Minta Suporter Menahan Diri dan Sikapi Wacana Boikot

Pemain PSM Makassar Jevtoski menghalau pergerakan pemain Arema saat duel di Stadion BJ Habibie, PArepare, Minggu (13/9/2026). (Foto: Official PSM)
Pemain PSM Makassar Jevtoski menghalau pergerakan pemain Arema saat duel di Stadion BJ Habibie, PArepare, Minggu (13/9/2026). (Foto: Official PSM)

ABATANEWS, MAKASSAR – Juru taktik PSM Makassar, Darije Kalezic, mengimbau seluruh elemen suporter untuk bersikap sabar menanti pematangan fondasi tim. Ia menilai torehan Juku Eja di fase awal musim belum mencerminkan kapasitas sesungguhnya karena proses perombakan skuad masih bergulir.

Kalezic tidak menampik bahwa armada asuhannya tampil minim impresi dalam empat laga pembuka. Meski begitu, ia menggarisbawahi bahwa skuadnya memerlukan ruang dan waktu untuk merajut kembali kekuatan serta karakter permainan.

Bagi pelatih berpaspor Belanda tersebut, maraton kompetisi sebanyak 34 pekan merupakan parameter yang jauh lebih objektif untuk mengukur kelayakan suatu klub. Ia optimistis PSM sangat kompetitif untuk bersaing di level tertinggi sepak bola nasional secara keseluruhan musim.

Baca Juga : PSM Makassar Belum Alihkan Fokus ke League Cup, Kuota Pemain Asing Segera Dibahas

“Dari total 34 laga yang akan dilakoni, saya meyakini PSM sangat pantas berada di kasta Liga 1,” ujar Darije pada Kamis (15/10/2026).

Fase Transisi dan Otokritik Kendala Lapangan

Kalezic turut menyentil dinamika pelik yang sempat melingkupi PSM pada musim lalu. Sejumlah kendala teknis maupun non-teknis dinilai memengaruhi konsistensi tim, salah satunya faktor laga kandang. PSM harus menjamu lawan di Parepare yang jaraknya cukup menyita energi dari Makassar, sehingga atmosfer dukungan belum sepenuhnya optimal.

Baca Juga : Evaluasi Menohok Kalezic Usai PSM Tumbang Dari PSS: Tak Mampu Imbangi Agresivitas, Pasukan Ramang Gagal Penuhi Ekspektasi

Di samping itu, PSM tengah merombak komposisi pemain dengan mengintegrasikan beberapa pilar anyar. Proses adaptasi ini membutuhkan waktu agar chemistry dan skema ideal antarpemain dapat terbentuk.

“Kami sedang mengonstruksi tim dan menyatukan para pemain baru. Dalam beberapa laga awal, merupakan hal yang wajar jika kami belum langsung mencapai titik puncak performa,” jelasnya.

Ia menegaskan bahwa tahapan transformasi ini telah dipahami dan disepakati bersama manajemen.

Baca Juga : Misi Bangkit di Pekan Keempat, PSS Sleman dan PSM Makassar Incar Tiga Poin Pertama

Sikapi Tuntutan Boikot Laga vs Persebaya

Gelombang ketidakpuasan pendukung yang memicu wacana aksi boikot pada duel kontra Persebaya Surabaya turut mendapat perhatian Kalezic. Ia menilai langkah tersebut kurang bijak dan tidak proporsional saat tim justru membutuhkan sokongan moral untuk bangkit.

“Saya menganggap ini tuntutan yang kurang realistis dan perlakuan yang tidak adil bagi tim yang sedang berjuang,” tegas Kalezic.

Baca Juga : Pelatih PSM Darije Kalezic Minta Pasukan Ramang Tak Gentar Hadapi PSS Sleman di Kandang

Menurutnya, pemboikotan laga berisiko memberi dampak finansial dan mental yang merugikan klub. Kendati demikian, ia memaklumi dahaga para pendukung yang mendesak hadirnya identitas permainan yang jelas dan solid.

Garansi Evaluasi dan Pembenahan Taktis

Merespons rentetan kebobolan akibat kelalaian individu di laga-laga sebelumnya, Kalezic memastikan staf kepelatihan telah mengantongi catatan evaluasi secara menyeluruh.

Baca Juga : Tatap Laga Lawan PSS Sleman, PSM Makassar Gelar Evaluasi dan Laga Uji Coba

“Kami terus meneliti kelemahan, memaksimalkan waktu persiapan, dan saya garansi kami akan melakukan penyesuaian terbaik untuk pertandingan berikutnya,” pungkas Kalezic.

Fokus utama PSM saat ini adalah membenahi kedisiplinan bertanding sekaligus membangun fondasi yang kokoh demi merangkak naik ke papan atas klasemen.

Penulis : Wahyuddin
Komentar