Selasa, 09 Juli 2024 22:03

Presiden Jokowi dan Grand Syekh Al-Azhar Serukan Persatuan untuk Perdamaian Gaza

Presiden Jokowi dan Grand Syekh Al-Azhar Serukan Persatuan untuk Perdamaian Gaza

ABATANEWS, JAKARTA — Dalam pertemuan antara Presiden Joko Widodo dan Grand Syekh Al-Azhar, Imam Akbar Ahmed Al Tayeb, disepakati pentingnya menggalang persatuan global untuk menghentikan konflik dan memperjuangkan perdamaian, khususnya di Gaza.

Menteri Luar Negeri Retno L P Marsudi mengungkapkan bahwa pertemuan ini menekankan pesan perdamaian di tengah perang yang melanda berbagai belahan dunia, termasuk Gaza.

Presiden Jokowi menegaskan perlunya gencatan senjata permanen dan akses kemanusiaan yang lebih mudah, sebagai langkah awal untuk mewujudkan perdamaian.

“Bapak Presiden menyampaikan bahwa saat ini perang dan konflik terjadi di mana-mana termasuk di Gaza,” ujar Retno di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Selasa (9/7/2024).

Jokowi juga mengapresiasi peran pemerintah Mesir dalam memfasilitasi bantuan kemanusiaan dan ajakan perdamaian yang sangat berarti bagi Palestina. Grand Syekh Al-Azhar menyetujui pandangan Presiden Jokowi bahwa perang harus segera diakhiri dan perdamaian diwujudkan melalui persatuan global.

“Negara-negara di dunia semua harus mendorong perdamaian di Gaza, perdamaian di bangsa Palestina, termasuk juga persatuan di antara negara-negara muslim,” tegas Retno.

Retno menambahkan bahwa Grand Syekh menyampaikan pesan perdamaian dengan sangat jelas, terutama dalam diskusi panjang mengenai isu Gaza.

Dialog dan tukar pendapat antara kedua pemimpin menunjukkan komitmen kuat untuk mengutamakan dialog sebagai kunci mewujudkan perdamaian.

Retno menyoroti bahwa perang yang telah berlangsung lebih dari sembilan bulan memerlukan upaya bersama dari seluruh negara, termasuk Indonesia, untuk mencapai solusi damai.

Grand Syekh juga mengapresiasi peran Indonesia dalam isu Palestina dan menekankan pentingnya persatuan global untuk segera mengakhiri perang.

Dengan demikian, pertemuan antara Presiden Jokowi dan Grand Syekh Al-Azhar tidak hanya menjadi ajang diskusi, tetapi juga mengukuhkan komitmen kedua belah pihak untuk memperjuangkan perdamaian melalui persatuan dan dialog.

Penulis : Azwar
Komentar