Selasa, 29 Agustus 2023 22:10

Pj Bupati Setiawan Aswad Instruksikan OPD Atasi Dampak El Nino di Takalar

Pemkab Takalar menggelar rapat koordinasi bersama forum komunikasi pimpinan daerah, pimpinan OPD, camat, serta kepala desa dan lurah se-Kabupaten Takalar di Ruang Pola Kantor Bupati Takalar, Selasa (29/8/2023).
Pemkab Takalar menggelar rapat koordinasi bersama forum komunikasi pimpinan daerah, pimpinan OPD, camat, serta kepala desa dan lurah se-Kabupaten Takalar di Ruang Pola Kantor Bupati Takalar, Selasa (29/8/2023).

ABATANEWS, TAKALAR – Fenomena alam dampak El Nino menyebabkan kemarau lebih panjang dari prakiraan sebelumnya. Untuk mengantisipasi hal ini, Pemkab Takalar bergegas menggelar rapat koordinasi.

Rapat koordinasi tersebur fokus membahas penanganan dampak El Nino. Rapat terasbut digelar bersama forum komunikasi pimpinan daerah, pimpinan OPD, camat, serta kepala desa dan lurah se-Kabupaten Takalar.

Sekda Takalar H. Muh Hasbi mengatakan, sesuai instruksi Pj Bupati Takalar Dr. Setiawan Aswad bahwa rapat koordinasi ini sebagai tindak lanjut dari rapat koordinasi Penanganan Dampak El Nino yang dipimpin langsung oleh Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman pada tanggal 25 Agustus 2023 yang lalu.

Baca Juga : Pj Bupati Takalar Resmi Buka Pelatihan Produktivitas, Dorong Pengembangan Ekonomi Lokal

“Dalam arahan Pj Bupati perlunya segera dilakukan aksi nyata di Kabupaten Takaler untuk mengantisipasi dampak negatif dari kemarau yang berkepanjangan dan sedikit ekstrim dari El Nino pada tahun ini,” papar Muh Hasbi, di Ruang Pola Kantor Bupati Takalar, Selasa (29/8/2023).

Secara spesifik kata dia, Pj Bupati menggaris bawahi dampak El Nino terhadap aktivitas pertanian, ketahanan pangan, neraca air (ketersediaan, kebutuhsn dan distribusi air) untuk berbagai kepentingan. Serta mitigasi bencana alam lainya seperti kebakaran lahan dan hutan.

“Silahkan menyampaikan potensi awal dampak el nino dari wilayah masing-masing. Sebagai antisipasi, untuk pertanian agar menyiapkan irigasi, kemudian kita lakukan pencegahan serta pemadaman agar mencegah terjadinya kebakaran. Ini jangan dianggap sebagai sesuatu yang biasa, karena kita tidak tahu berapa kandungan air tanah yang tersisa yang mampu menyuplai air untuk kita,” jelas H. Muh. Hasbi.

Penulis : Azwar
Komentar