ABATANEWS, MAKASSAR – Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan melalui Dinas Kesehatan terus memperkuat upaya percepatan eliminasi Tuberkulosis (TBC) dengan menggencarkan skrining menggunakan layanan portable X-Ray di wilayah serta kelompok masyarakat berisiko tinggi.
Langkah ini merupakan bagian dari strategi Active Case Finding (ACF) atau penemuan kasus secara aktif guna mempercepat deteksi dini sekaligus meningkatkan keberhasilan pengobatan.
Upaya tersebut juga menjadi bagian dari Gerakan Temukan, Obati, Sampai Sembuh (TOSS TBC) di Sulawesi Selatan yang bertujuan menemukan kasus sedini mungkin agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat dan rantai penularan dapat ditekan.
Baca Juga : Pendapatan Pajak Daerah Sulsel Naik Rp176 Miliar Hingga Akhir Juni 2026
Hingga 19 Juli 2026, dari estimasi target penemuan 45.556 kasus TBC, telah ditemukan 14.463 kasus positif. Melalui deteksi dini, penderita selanjutnya memperoleh pengobatan sesuai standar sehingga peluang kesembuhan meningkat sekaligus membantu menekan penyebaran TBC di tengah masyarakat.
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan, dr. Evi Mustikawati Arifin, mengatakan kegiatan tersebut merupakan implementasi Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) sekaligus mendukung target Eliminasi TBC Nasional Tahun 2030.
Program ini juga menjadi salah satu prioritas Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan di bawah kepemimpinan Gubernur Andi Sudirman Sulaiman dan Wakil Gubernur Fatmawati Rusdi dalam memperkuat layanan kesehatan masyarakat.
Baca Juga : 270 Siswa Dari 15 Kabupaten Kota di Sulsel Ikuti MPLS Sekolah Rakyat, Dibuka Gubernur Andi Sudirman
Sejauh ini, skrining menggunakan portable X-Ray telah dilaksanakan di lima daerah, yakni Kota Makassar, Kabupaten Pangkep, Kabupaten Gowa, Kabupaten Soppeng, dan Kota Palopo.
Di Kota Makassar, skrining diantaranya menyasar personel Satpol PP Pemprov Sulsel sebagai kelompok dengan mobilitas tinggi. Sementara di Kabupaten Pangkep, Gowa, Soppeng, dan Kota Palopo, pemeriksaan difokuskan kepada kontak erat dan kontak serumah pasien TBC yang memiliki risiko lebih tinggi tertular penyakit.
“Sasaran tersebut menjadi prioritas karena memiliki risiko lebih tinggi untuk tertular. Deteksi dini sangat penting untuk mencegah penularan lebih lanjut sekaligus memastikan penderita mendapatkan pengobatan sedini mungkin,” ujar dr. Evi.
Baca Juga : Jalan 1.400 Kilometer Dibangun, Ahli Sebut Program MYP Sulsel Akan Ubah Konektivitas Daerah
Menurutnya, penggunaan portable X-Ray memungkinkan skrining dilakukan lebih cepat, efisien, dan menjangkau masyarakat langsung di lokasi sasaran tanpa harus datang terlebih dahulu ke fasilitas pelayanan kesehatan. Pendekatan jemput bola ini diharapkan mampu memperluas cakupan penemuan kasus TBC di masyarakat.
Masyarakat yang hasil skriningnya menunjukkan dugaan TBC selanjutnya menjalani pemeriksaan konfirmasi melalui Tes Cepat Molekuler (TCM) sesuai standar nasional. Pemeriksaan tersebut menjadi dasar penegakan diagnosis sebelum pasien memperoleh pengobatan.
Lebih lanjut, dr. Evi mengatakan strategi Active Case Finding akan terus diperkuat agar semakin banyak kasus TBC dapat ditemukan sejak tahap awal.
Baca Juga : Mendagri Tito Apresiasi Sulsel Sukses Jadi Tuan Rumah Syukuran Dekranas ke-46 dan HKG PKK ke-54
“Diharapkan semakin banyak kasus ditemukan pada tahap awal sehingga rantai penularan dapat diputus, angka keberhasilan pengobatan meningkat, dan target Eliminasi TBC Nasional Tahun 2030 dapat tercapai,” pungkasnya.
Keberhasilan eliminasi TBC membutuhkan kolaborasi seluruh pemerintah kabupaten/kota, fasilitas pelayanan kesehatan, tenaga kesehatan, kader, serta partisipasi aktif masyarakat dalam mendukung upaya pencegahan, deteksi dini, hingga pendampingan pengobatan pasien.
Saat ini, Sulawesi Selatan telah memiliki 2.451 desa dan kelurahan siaga TBC yang menjadi bagian penting dalam memperkuat upaya pengendalian penyakit berbasis masyarakat.
Baca Juga : Perputaran Ekonomi HUT Dekranas di Makassar Diperkirakan Capai Rp100 Miliar
Karena itu, Pemprov Sulsel berkomitmen terus memperluas jangkauan skrining ke wilayah-wilayah prioritas agar semakin banyak masyarakat memperoleh layanan deteksi dini TBC secara cepat, mudah, dan berkualitas sebagai bagian dari upaya mencapai target Eliminasi TBC Nasional Tahun 2030.