ABATANEWS, BARRU — Pemerintah Kabupaten Barru mempercepat tanam program optimasi lahan di Kelurahan Sepe’e, Kecamatan Barru, Kamis (30/4/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari tanam serentak nasional yang dipusatkan di Kabupaten Agam, Sumatera Barat.
Bupati Barru Andi Ina Kartika Sari bersama tenaga ahli Kementerian Pertanian, unsur Forkopimda, perwakilan Polbangtan Gowa, dan pemerintah kecamatan melakukan penanaman padi di lahan Kelompok Tani Sepe’e 1.
Dalam sambutannya, Andi Ina menegaskan sektor pertanian menjadi penopang utama ekonomi daerah karena sebagian besar masyarakat bergantung pada sektor ini.
“Pertanian adalah jantung Kabupaten Barru. Sektor ini harus ditangani oleh sumber daya yang tepat,” ujarnya.
Ia mengapresiasi dukungan berbagai pihak, mulai dari akademisi, Polbangtan Gowa, Forkopimda, BPS, perbankan, Bulog, hingga penyuluh pertanian. Peran Bulog dinilai penting dalam menjaga harga gabah petani di kisaran Rp6.500 hingga Rp7.200 per kilogram.
Menurut data BPS, pertumbuhan ekonomi Barru meningkat dari 4,93 persen pada 2024 menjadi 5,16 persen pada 2025. Angka ini melampaui rata-rata nasional sebesar 5,12 persen.
Baca Juga : Andi Ina Antar Barru Raih Penghargaan Nasional di Sektor Pangan
“Ini data BPS. Artinya sektor pertanian memberi kontribusi nyata terhadap pertumbuhan ekonomi,” katanya.
Ia menjelaskan peningkatan produksi didukung program Luas Tambah Tanam dari Kementerian Pertanian. Dengan luas baku sawah sekitar 15.000 hektare, Barru mampu meningkatkan luas tanam hingga lebih dari 30.000 hektare melalui peningkatan indeks pertanaman.
“Yang tadinya satu kali panen bisa dua kali, bahkan tiga kali,” ujarnya.
Baca Juga : Bupati Barru Andi Ina Kartika Terima Audiensi BPBPK Kementerian PU, Ini Yang Dibahas
Tenaga Ahli Menteri Pertanian Abdul Haris Bahrun menyebut Barru sebagai salah satu daerah dengan kinerja pertanian yang aktif dan produktif.
“Ibu Bupati ini aktif berkoordinasi dengan Kementerian Pertanian. Wajar jika Barru banyak mendapat dukungan program,” ujarnya.