ABATANEWS.COM, Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Buddha (Ditjen Bimas Buddha) Kementerian Agama (Kemenag) menyiapkan anggaran Rp4,156 miliar untuk membantu pemulihan rumah ibadah dan sarana pendidikan keagamaan Buddha yang terdampak banjir di Aceh dan Sumatera Utara.
“Sejumlah bantuan kini mulai dicairkan kepada penerima. Kami terus memantau dan mempercepat proses pencairan bantuan ini,” ungkap Direktur Jenderal Bimas Buddha Supriyadi, di Jakarta, Rabu (23/9/2026).
Supriyadi menambahkan, penyaluran bantuan ini menjadi prioritas pemerintah. “Ini sesuai arahan Menag dan juga Presiden Prabowo,” imbuhnya.
Baca Juga : 3 Ribu Lebih Sekolah Terdampak Bencana Aceh dan Sumatra Telah Terima Bantuan Revitalisasi, Nilainya Rp2,9 T
Di Aceh, pencairan bantuan untuk rumah ibadah telah memasuki tahap penerbitan Surat Perintah Pembayaran (SPP). Sementara bantuan sarana untuk dua Sekolah Minggu Buddhis (SMB) telah terealisasi, masing-masing sebesar Rp55 juta.
Adapun di Sumatera Utara, bantuan telah dicairkan untuk 27 dari 62 rumah ibadah atau sekitar 44 persen dari total sasaran. Empat lokasi lainnya ditargetkan menyusul pada pekan berikutnya sehingga realisasi diproyeksikan mencapai 31 lokasi atau 50 persen dari sasaran.
Sebelumnya, perkembangan penyaluran bantuan tersebut dibahas dalam Rapat Koordinasi Pemantauan Rencana Induk Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (PRRP) Sumatera yang digelar secara virtual, pada Jumat, 18 September 2026 pekan lalu.
Baca Juga : Hardiknas 2026: Tujuan Pendidikan Untuk Mencerdaskan dan Membentuk Karakter Bangsa
Rapat tersebut juga membahas sejumlah kendala administrasi dan pemutakhiran data penerima bantuan.
Di Aceh, kendala perubahan rekening dan penandatanganan perjanjian kerja sama yang sebelumnya menghambat proses pencairan telah diselesaikan. Proses selanjutnya akan dikawal hingga penerbitan SP2D dan dana masuk ke rekening penerima.
Sementara itu, pemutakhiran data di Sumatera Utara menemukan adanya rumah ibadah yang telah melakukan perbaikan secara mandiri. Agar bantuan tetap menyasar pihak yang membutuhkan, satuan kerja daerah melalui Pembimas Buddha mengusulkan lokasi pengganti.
Baca Juga : Kementerian PU Percepat Pembangunan Sekolah Rakyat Tahap II di Aceh
Usulan tersebut harus dilengkapi dokumen pendukung dan memastikan rumah ibadah pengganti memenuhi ketentuan sebagai penerima bantuan.
Sekretaris Ditjen Bimas Buddha Triroso mengatakan pemantauan dilakukan secara berkala agar kendala dalam proses pencairan dapat segera diselesaikan. Menurutnya, percepatan realisasi tidak semata-mata berkaitan dengan penyerapan anggaran, tetapi memastikan bantuan pemerintah benar-benar sampai kepada masyarakat terdampak.
“Ini adalah upaya kita sebagai Kementerian Agama yang dekat dengan masyarakat dan memberikan dampak kepada masyarakat,” ujar Triroso.
Baca Juga : 114 Sekolah Rusak Terdampak Bencana di Aceh Segera Direvitalisasi
Ditjen Bimas Buddha bersama jajaran di daerah akan terus memantau proses pencairan setiap pekan hingga seluruh bantuan tersalurkan sesuai ketentuan.
Progres penyaluran juga akan disampaikan secara berkala sebagai bagian dari keterbukaan informasi publik dalam penanganan pascabencana.
Anggaran Rp4,156 miliar tersebut diharapkan dapat mempercepat pemulihan rumah ibadah serta sarana pendidikan keagamaan Buddha yang terdampak banjir di Aceh dan Sumatera Utara.