ABATANEWS, VENEZUELA — Pemimpin sementara Venezuela, Delcy Rodríguez, mengumumkan adanya masa berkabung nasional selama tujuh hari pada Selasa (6/1/2026) untuk menghormati para korban yang tewas akibat serangan militer Amerika Serikat yang menjatuhkan Presiden Nicolas Maduro.
Dalam pernyataan yang disiarkan melalui televisi pemerintah, Rodríguez menyampaikan bahwa keputusan ini diambil “untuk menghormati dan memuliakan kaum muda, perempuan, dan laki-laki yang mengorbankan nyawa mereka demi membela Venezuela dan Presiden Nicolas Maduro.”
Rodríguez kini menjabat sebagai presiden sementara setelah ditunjuk oleh Mahkamah Agung Venezuela, menyusul penculikan dan penangkapan Maduro oleh pasukan AS dalam sebuah operasi militer mendadak pada hari Sabtu lalu.
Baca Juga : Putra Presiden Maduro Serukan Rakyat Venezuela Turun ke Jalan Protes Penangkapan oleh AS
Kuba, sebagai sekutu dekat Venezuela, juga mengumumkan masa berkabung selama dua hari untuk menghormati puluhan personel militernya yang tewas dalam serangan tersebut, sebagaimana dilaporkan oleh laman The Hindu pada Rabu (7/1).
Venezuela mengklaim bahwa 55 personel militernya telah tewas, sedangkan jaksa agung negara tersebut menyebutkan ada “puluhan” korban tewas dari kalangan militer maupun sipil, tanpa memberikan rincian angka yang lebih jelas.