Rabu, 27 Maret 2024 10:06

Malam Lailatul Qadar: Keutamaan dan Makna Mendalam Bagi Umat Islam

Malam Lailatul Qadar: Keutamaan dan Makna Mendalam Bagi Umat Islam

ABATANEWS, JAKARTA — Malam Lailatul Qadar, yang juga dikenal sebagai Malam Kebesaran atau Malam Takdir, merupakan malam yang penuh berkah dalam bulan suci Ramadan bagi umat Islam. Malam yang dipercayai jatuh pada satu dari sepuluh malam terakhir Ramadan ini memiliki keistimewaan yang luar biasa dalam ajaran Islam.

Lailatul Qadar memiliki makna yang sangat mendalam bagi umat Islam karena pada malam tersebut, Al-Quran pertama kali diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW. Keutamaan malam ini juga diperkuat dengan firman Allah SWT dalam Surah Al-Qadr (97:1-5) yang menyatakan kebesaran malam tersebut di antara seribu bulan.

Keutamaan Lailatul Qadar terletak pada peluang besar untuk mendapatkan ampunan, rahmat, dan pahala yang berlipat ganda. Pada malam ini, pintu surga terbuka lebar dan dosa-dosa diampuni bagi mereka yang sungguh-sungguh beribadah dan memohon ampun kepada Allah SWT.

Baca Juga : Arab Saudi Mulai Bulan Ramadan pada 11 Maret 2024

Umat Islam dianjurkan untuk meningkatkan ibadah, dzikir, shalat malam, membaca Al-Quran, berdoa, dan bersedekah di malam Lailatul Qadar. Dengan berusaha mendekatkan diri kepada Allah SWT pada malam yang penuh berkah ini, umat Islam diharapkan mendapatkan ridha dan keberkahan dalam hidup mereka.

Oleh karena itu, menjelang sepuluh malam terakhir Ramadan, umat Islam di seluruh dunia berlomba-lomba untuk memperbanyak ibadah dan mencari Lailatul Qadar. Semoga keistimewaan malam yang penuh berkah ini dapat memberikan inspirasi dan kekuatan spiritual bagi umat Islam dalam menjalani kehidupan mereka.

Malam Lailatul Qadar terjadi pada salah satu dari sepuluh malam terakhir bulan Ramadan, yang berarti antara tanggal 20 hingga 30 Ramadan dalam penanggalan Hijriah. Namun, secara khusus, tanggal pasti terjadinya Lailatul Qadar tidak ditentukan dengan pasti dalam Islam.

Baca Juga : Sudah Ada yang Puasa Sejak Kemarin, Kemenag Minta Umat Saling Menghormati

Tradisi mengajarkan bahwa malam tersebut biasanya terjadi pada tanggal ganjil di antara sepuluh malam terakhir Ramadan, seperti tanggal 21, 23, 25, 27, atau 29 Ramadan. Meskipun demikian, Allah SWT tidak menjelaskan secara eksplisit tanggal pasti Lailatul Qadar agar umat Islam berusaha lebih keras dalam beribadah sepanjang sepuluh malam terakhir Ramadan.

Mengutip dari Nu Online keistimewaan Lailatul Qadar sampai membuat sahabat Rasulullah SAW mengidam-idamkan malam tersebut. Mereka juga pernah memberanikan diri bertanya tentang Lailatul Qadar dan

“Rasulullah SAW pernah ditanya tentang tanda-tanda Lailatul Qadar, maka beliau bersabda: Yaitu malam yang terang dan bercahaya, udaranya tidak panas dan tidak dingin, tidak ada mendung tidak ada hujan, tidak ada gerak angin dan tidak ada bintang yang dilempar. Paginya matahari terbit dengan terang tapi tidak terlalu memancar”.

Penulis : Azwar
Komentar