Kamis, 27 Mei 2021 10:13

KPK Kembali Perpanjang Masa Tahanan Nurdin Abdullah 30 Hari

Nurdin Abdullah
Nurdin Abdullah

ABATABEWS – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali memperpanjang masa penahanan Gubernur Sulawesi Selatan nonaktif, Nurdin Abdullah selama 30 hari.

Penahanan tersebut juga diperpanjang bagi Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Sulsel Edy Rahmat.

“Tim Penyidik, kembali melakukan perpanjangan penahanan untuk Tsk NA dan Tsk ER masing-masing selama 30 hari,” kata Plt. Juru Bicara Penindakan KPK, Ali Fikri, melalui keterangan tertulis, Rabu (26/5).

Baca Juga : Kasus Dugaan Suap Masiku, KPK Jadwalkan Panggil Staf Sekjen PDIP Pada Rabu Besok

Masa tahanan Nurdin diperpanjang dari 28 Mei 2021 hingga 26 Juni 2021. Nurdin tetap akan ditahan di Rutan KPK Cabang Pomdam Jaya Guntur dan Edy Rahmat ditahan di Rutan KPK Kavling C1.

Sebelumnya perpanjangan masa tahanan pertama Nurdin selama 40 hari yakni dari 19 Maret hingga 27 April dan perpanjangan kedua 28 April hingga 27 Mei 2021.

Ali mengatakan penahanan dilakukan agar penyidik dapat memaksimalkan pengumpulan alat bukti dalam perkara tersebut.

Baca Juga : Ali Fikri Terkejut Pimpinan KPK Tunjuk Tessa Mahardika Jadi Jubir Definitif

“Diantaranya pemanggilan dan pemeriksaan saksi-saksi,” tandas dia.

Setidaknya, ada tiga orang tersangka yang dijerat KPK dalam perkara ini. Mereka ialah Nurdin Abdullah; Edy Rahmat; dan Direktur PT Agung Perdana Bulukumba, Agung Sucipto.

Nurdin diduga menerima suap dan gratifikasi senilai Rp5,4 miliar dari beberapa kontraktor, satu di antaranya adalah dari Agung. KPK tengah mengusut dugaan keterlibatan pihak lain setelah mengendus adanya aliran uang dari Nurdin.

Baca Juga : KPK Jadwalkan Periksa Hasto Terkait Kasus Buron Harun Masiku pada 10 Juni

Sementara itu, istri Nurdin Abdullah, Liestiaty yang dijadikan saksi oleh KPK mangkir dari pemeriksaan pada Senin (25/5/2021) lalu. Sejatinya Liestiaty diperiksa di Mapolda Sulsel bersama tiga saksi lainnya.

Meski Liestiaty menolak untuk menjadi saksi, KPK tetap mengirimkan surat panggilan selanjutnya. Dia dipanggil untuk diperiksa sebagai saksi terhadap tersangka Edy Rahmat.

Komentar