Senin, 28 Maret 2022 10:18

Ketua IGTKI-PGRI Lutra: Prinsip Belajar Adalah Peran Guru sebagai Fasilitator

Konferensi Kerja (Konferja) I IGTKI PGRI Lutra yang diikuti sekitar 80 guru. (Abatanews/Imam Adzka)
Konferensi Kerja (Konferja) I IGTKI PGRI Lutra yang diikuti sekitar 80 guru. (Abatanews/Imam Adzka)

ABATANEWS, LUTRA – Ketua Ikatan Guru Taman Kanak-kanak Indonesia (IGTKI) Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Luwu Utara, Wahyuni Hamarong menyampaikan prinsip dasar pendidikan. Utamanya, saat berlangsung proses belajar antara guru dan murid.

Hal ini, ia sampaikan membuka Konferensi Kerja (Konferja) I IGTKI PGRI Lutra beberapa hari lalu. Kegiatan ini, turut dihadiri langsung Ketua IGTKI Provinsi Sulawesi Selatan Dra. Hj. Tamsi, M.Si sekaligus memberikan pembinaan organisasi.

Wahyuni mengatakan, tujuan kegiatan ini adalah untuk mengembangkan pendidikan anak usia dini di lembaga masing-masing. metode pembelajaran yang diterapkan yakni interaktif dan inovatif, baik secara teoritis maupun praktek.

Baca Juga : Maros Sabet 2 Medali di Porseni PGRI Sulsel, Ini Harapan Bupati Chaidir Syam

“Salah satu prinsip belajar adalah peran guru sebagai fasilitator. Di mana proses belajar yang baik pemikirannya diserahkan kepada inisiatif anak, sehingga menghasilkan output belajar yang dikuasai utuh dan terekam kuat secara mendalam,” jelasnya, Senin (28/3/2022).

Dengan demikian, kata dia, anak dapat belajar merdeka untuk berinisiatif melakukan kegiatan kreatif dalam proses pembelajaran. “Tantangan kita adalah bagaimana membantu mereka menjadi pemimpin bagi dirinya dan mengeksplorasi potensinya,” sebutnya.

Konferja I IGTKI Luwu Utara ini, dirangkaikan dengan Workshop. Temanya adalah Implementasi Pembelajaran Berbasis Proyek Dalam Rangka Pemulihan Pembelajaran Berbasis Kurikulum Merdeka

Baca Juga : Dianggap Berjasa Majukan Pendidikan, Andi Sudirman Terima Penghargaan dari PGRI

Wahyuni berharap dengan kegiatan tersebut dapat memberikan manfaat yang sebesar-besarnya. Utamanya jepada para peserta Workshop Implementasi Pembelajaran Berbasis Proyek.

“Semoga ilmu yang diperoleh dapat memberikan inovasi, kreasi, dan motivasi kepada para guru TK,” pungkas Wahyuni.

Penulis : Imam Adzka
Komentar