Sabtu, 29 Oktober 2022 13:14

Jusuf Kalla Telepon Sri Mulyani: Jangan Takuti Rakyat Tahun Depan Akan Kiamat

Sejumlah anggota Forum Alumni Unhas menyambangi Ketua IKA Unhas Jusuf Kalla pada Sabtu (29/1/2022), membahas terkait jadwal Mubes IKA Unhas di Makassar pada Maret mendatang. (Istimewa)
Sejumlah anggota Forum Alumni Unhas menyambangi Ketua IKA Unhas Jusuf Kalla pada Sabtu (29/1/2022), membahas terkait jadwal Mubes IKA Unhas di Makassar pada Maret mendatang. (Istimewa)

ABATANEWS, JAKARTA — Mantan Wakil Presiden RI Jusuf Kalla (JK) mengaku telah menelpon langsung Menteri Sri Mulyani soal ancaman resesi ekonomi yang terjadi tahun 2023 mendatang.

JK menyampaikan kepada Sri Mulyani agar tidak menakut-nakuti masyarakat terkait ancaman resesi yang terjadi tahun depan. JK mengandaikan ancaman Ani, sapaan Sri Mulyani, ibarat ‘kiamat’.

“Saya justru selalu bilang ke Sri Mulyani, ‘jangan sering beri takut-takut, tahun depan akan kiamat’. Saya telepon jangan begitu, jangan kasih takut ke semua orang, ini negeri luas,” kata Jusuf Kalla dalam Gala Dinner 70th Kalla di Hotel Kempinski Jakarta, Jumat (28/10/2022), dikutip dari Kumparan.

Baca Juga : Sri Mulyani Sebut Posisi APBN Masih Alami Surplus Rp 22,8 Triliun

Menurut JK, Sri Mulyani menanggapi teguran dengan baik dan berterima kasih. Pasalnya, JK telah bekerja sama dengan Sri Mulyani pada periode kepemimpinan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Joko Widodo.

“Responsnya tentu senang, baik, dan berterima kasih. Sudah lama (kita) bekerja sama,” ujarnya saat ditemui wartawan usai makan malam.

Jusuf Kalla menekankan, apabila masyarakat selalu pesimistis, orang kaya memilih untuk tidak bekerja dan menyimpan dolar dan emas. Kondisi tersebut menyebabkan ekonomi akan macet.

Baca Juga : Raker di DPR, Menkeu Sri Mulyani Ngaku Tak Tahu Soal Makan Siang Gratis

“Jangan dikasih takut-takut, bahwa hati-hati iya nanti resesi. Kalau terjadi inflasi, industri di Kalimantan, Sumatra, dan Sulawesi akan masuk, justru akan untung,” tuturnya.

JK meminta masyarakat akan menghadapi bersama-sama jika terjadi krisis. Ia menilai tidak ada krisis energi dan pangan di Indonesia.

“Tidak ada krisis energi dan pangan. Di mana krisis energi dan krisis pangan di Indonesia? Kita punya beras masih cukup, berbeda dengan negara lain,” sambungnya.

Baca Juga : Jelang Ramadan, Ini Pesan Ketua DMI Jusuf Kalla 

Sebelumnya, Sri Mulyani mengungkapkan bahwa saat ini kondisi global semakin memburuk. Kombinasi inflasi yang tinggi dan pengetatan moneter semakin memojokkan ekonomi banyak negara menuju pelemahan.

Sri Mulyani memprediksi Amerika Serikat, Inggris, China dan Eropa menjadi negara-negara yang sulit mengelak dari resesi.

“Ini adalah konteks yang sedang dan akan terus kita kelola hari ini dan tahun 2023. Bahkan kemarin pembahasan persoalan kompleks ini akan berlanjut ke 2024,” ungkap Sri Mulyani.

Penulis : Azwar
Komentar