Rabu, 11 Februari 2026

Jelang Ramadan dan Idul Fitri 1447 Hijriah, Pemerintah Beri Intensif di Sektor Transportasi

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan keterangan pers terkait Paket Stimulus Ekonomi 1-2026 menjelang bulan Ramadan dan libur Idulfitri 2026 di Stasiun Gambir, Jakarta, Selasa (10/2/2026). (Foto: (HIM)
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan keterangan pers terkait Paket Stimulus Ekonomi 1-2026 menjelang bulan Ramadan dan libur Idulfitri 2026 di Stasiun Gambir, Jakarta, Selasa (10/2/2026). (Foto: (HIM)

ABATANEWS.COM – Pemerintah pusat meluncurkan Paket Stimulus Ekonomi I-2026 menjelang bulan ramadan dan libur Idulfitri. Dalam paket tersebut, pemerintah menyiapkan sejumlah kebijakan utama untuk mendukung kelancaran mobilitas masyarakat dan menjaga momentum aktivitas ekonomi.

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya dalam keterangan tertulisnya menyampaikan bahwa salah satu kebijakan utama Paket Stimulus Ekonomi I-2026 adalah pemberian insentif di sektor transportasi.

“Diskon tarif transportasi, dengan total estimasi anggaran sebesar Rp911,16 miliar dari APBN dan dukungan non-APBN,” ungkap Seskab Teddy dalam peluncuran paket kebijakan tersebut di Stasiun Gambir, Jakarta, pada Selasa (10/2/2026).

Baca Juga : Jelang Ramadan, Sulsel Perkuat Pasokan dan Stabilisasi Harga

Seskab Teddy menjelaskan bahwa diskon tarif transportasi tersebut mencakup berbagai moda angkutan. Pemerintah memberikan diskon tarif kereta api sebesar 30 persen, periode 14–29 Maret 2026, dengan target 1,2 juta penumpang.

“Diskon angkutan laut sebesar 30 persen, periode 11 Maret–5 April 2026, target 445 ribu penumpang. Diskon angkutan penyeberangan sebesar 100 persen dari tarif jasa kepelabuhanan, periode 12–31 Maret 2026, target 945 ribu unit kendaraan dan 2,4 juta penumpang,” lanjut Seskab Teddy.

Sementara itu, untuk mendukung mobilitas udara domestik, pemerintah menyiapkan diskon angkutan udara sebesar 17–18 persen untuk kelas ekonomi perjalanan domestik dengan periode 14–29 Maret 2026, dan target 3,3 juta penumpang.

Baca Juga : Jelang Ramadan, Kapolri Ingatkan Satgas Pangan Polri Jaga Stabilitas Harga Pangan

Berbagai kebijakan tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat memperoleh akses perjalanan dengan biaya yang lebih terjangkau selama periode ramadan dan Idulfitri.

Guna mengantisipasi kepadatan perjalanan dan mengatur distribusi mobilitas masyarakat, pemerintah juga menerapkan kebijakan pengaturan kerja. Dalam Paket Stimulus Ekonomi I-2026 tersebut dicantumkan kebijakan work from anywhere (WFA) atau flexible working arrangement (FWA).

“Work from anywhere (WFA) atau flexible working arrangement (FWA) selama lima hari yaitu pada 16, 17, 25, 26, dan 27 Maret 2026,” jelas Seskab Teddy.

Baca Juga : Pemerintah Berlakukan WFH Sebelum dan Sesudah Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah

Selain sektor transportasi dan pengaturan kerja, Paket Stimulus Ekonomi I-2026 juga diarahkan untuk memperkuat daya beli masyarakat melalui bantuan sosial.

Seskab Teddy menyebut bahwa pemerintah akan menyalurkan bantuan pangan untuk memperkuat daya beli masyarakat berupa 10kg beras dan 2 liter minyak goreng per bulan yang diberikan sekaligus untuk dua bulan.

“Bantuan ini ditargetkan kepada 35,04 juta keluarga penerima manfaat dari kelompok desil 1-4, dengan estimasi kebutuhan anggaran sebesar Rp11,92 triliun,” pungkasnya.

Baca Juga : Pemprov Sulsel Bersama Bulog dan Polda Siapkan Rakorda Satgas Saber Pangan

Melalui Paket Stimulus Ekonomi I-2026 ini, pemerintah menegaskan komitmennya untuk menjaga stabilitas ekonomi, memastikan kelancaran mobilitas masyarakat, serta memberikan perlindungan sosial yang memadai selama bulan ramadan dan libur Idulfitri 2026.

Komentar