Sabtu, 22 Mei 2021 10:05

India Minta Perusahaan Media Sosial Hapus Konten Corona Varian India

India Minta Perusahaan Media Sosial Hapus Konten Corona Varian India

ABATANEWS, INDIA – Kementerian Teknologi Informasi (TI) India meminta kepada semua perusahaan media sosial untuk menghapus konten apa pun yang membahas corona varian. Informasi ini didapatkan dari surat yang dikeluarkan oleh pemerintah India dikutip Reuters.

Organisasi Kesehatan Dunia mengatakan pada 11 Mei bahwa varian virus korona B.1.617, yang pertama kali diidentifikasi di India tahun lalu diklasifikasikan sebagai varian yang menjadi perhatian global.

Pemerintah India sehari kemudian mengeluarkan pernyataan yang mengatakan laporan media yang menggunakan istilah “Varian India” tidak berdasar, mengatakan WHO telah mengklasifikasikan varian tersebut hanya sebagai B.1.617.

Baca Juga : India Tak Sengaja Tembakkan Rudal ke Pakistan

Dalam sebuah surat kepada perusahaan media sosial pada hari Jumat, kementerian TI meminta perusahaan untuk menghapus semua konten yang menamai atau menyiratkan “varian India” dari virus corona.

“Ini sepenuhnya salah. Tidak ada varian Covid-19 yang secara ilmiah dikutip oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). WHO belum mengaitkan istilah ‘Varian India’ dengan varian B.1.617 dari virus korona dalam laporannya,” kata surat yang tidak dipublikasikan itu.

Sumber utama pemerintah India mengatakan kepada Reuters bahwa pemberitahuan itu dikeluarkan untuk mengirim pesan keras dan jelas bahwa penyebutan varian India seperti itu menyebarkan miskomunikasi dan merusak citra negara.

Baca Juga : Setelah Kotoran Sapi Jadi Obat, Kini Muncul Dewi Corona di India

Hingga saat ini belum ada konfirmasi dari Kementerian TI India terkait surat tersebut.

Di seluruh dunia, varian virus corona secara umum telah dirujuk oleh dokter dan pakar kesehatan berdasarkan tempat identifikasi virus tersebut. Ini termasuk varian Afrika Selatan dan Brasil.

Seorang eksekutif media sosial mengatakan akan sulit untuk menghapus semua konten menggunakan kata tersebut karena akan ada ratusan ribu posting seperti itu. Selain itu, akan mengarah pada sensor berbasis kata kunci yang memungkinkan terulang di masa mendatang.

Baca Juga : Warga India Lumuri Tubuh Pakai Kotoran Sapi, Dipercaya Penangkal Corona

Pemerintah India menghadapi peningkatan kritik atas penanganannya terhadap pandemi virus corona. Perdana Menteri Modi dan otoritas negara disalahkan karena tidak merencanakan secara memadai untuk gelombang kedua infeksi virus corona yang sedang berlangsung.

India memiliki kasus COVID-19 tertinggi kedua di dunia dan telah melaporkan sekitar 250.000 infeksi dan 4.000 kematian setiap hari.

Komentar