Jumat, 28 Mei 2021 08:15

ICW Sebut KPK Pimpinan Firli Terburuk Sepanjang Sejarah

Ilustrasi KPK
Ilustrasi KPK

ABATABEWS, JAKARTA – Indonesia Corruption Watch (ICW) menyebut KPK di bawah pimpinan Firli Bahuri adalah yang terburuk sepanjang berdirinya lembaga antirasuah itu.

Pimpinan KPK dinilai ICW seharusnya menjadi pelindung para pegawai, bukan malah menjadi sutradara pemecatan 51 pegawai KPK.

Baca Juga : IJTI Kecam Pemukulan yang Diduga Dilakukan Pendukung SYL kepada Jurnalis Kompas TV

“ICW beranggapan Pimpinan KPK di bawah komando Firli Bahuri merupakan yang terburuk sepanjang sejarah lembaga antirasuah. Betapa tidak, Pimpinan yang seharusnya menjadi pelindung pegawai malah justru menjadi sutradara di balik pemberhentian paksa 51 pegawai KPK,” kata peneliti ICW Kurnia Ramadhana, dalam keterangannya, Kamis (27/5/2021).

KPK baru saja memberhentikan 51 orang dari 75 pegawai KPK yang tidak lulus TWK. Sementara 24 lainnya akan menjalani pembinaan untuk kemudian ditentukan apakah mereka lulus menjadi ASN atau tidak.

Kurnia menyayangkan adanya pernyataan dari pimpinan KPK yang menyematkan label ‘merah’ kepada 51 pegawai yang tak lulus TWK itu. Sebab, seolah-olah menempatkan para pegawai KPK lebih bahaya dibandingkan dengan teroris.

Baca Juga : Divonis 10 Tahun Penjara, SYL: Ini Konsekuensi Jabatan Saya

“Patut untuk dicermati lebih lanjut, jika seseorang terdeteksi sebagai teroris, masih ada kesempatan pembinaan melalui program deradikalisasi. Selain itu, untuk pengguna narkoba masih ada pula program rehabilitasi,” kata Kurnia.

“Sehingga menjadi tidak masuk akal jika kumpulan pegawai berintegritas yang mengabdikan diri pada pemberantasan korupsi malah dicap seperti itu,” sambungnya.

Kurnia mengatakan, sebagian besar yang diberhentikan adalah penyelidik dan penyidik yang mengusut kasus besar. Sebagian di antaranya diketahui adalah Novel Baswedan, A Damanik, Harun Al Rasyid, hingga Yudi Purnomo.

Komentar