Minggu, 09 April 2023 17:11

HIKMAH

Hukum Marah-marah Saat Puasa, Batal Atau Tidak?

Hukum Marah-marah Saat Puasa, Batal Atau Tidak?

ABATANEWS.COM – Menjalani ibadah puasa di bulan Ramadan tidak hanya tentang menahan lapar dan haus sepanjang hari. Tapi juga menahan supaya tidak mudah terpancing emosi. Meski begitu, emosi atau marah merupakan hal yang manusiawi sehingga tidak mengherankan jika hal itu muncul saat berpuasa.

Lantas, apakah puasa otomatis batal jika marah-marah atau emosi? Bagaimana nilai puasa di sisi Allah SWT untuk orang yang sudah terlanjur marah-marah?

Dalam salah satu tausiyah-nya yang dilansir dari video di kanal YouTube Santri Jalanan 77, Ustaz Adi Hidayat (UAH) menjawab pertanyaan seorang jamaah tentang apakah marah bisa membatalkan puasa atau tidak.

Baca Juga : Doa Akhir Ramadan yang Dibaca Rasulullah SAW, Amalkan Sebelum Bulan Puasa Berakhir

Ustaz Adi Hidayat mengatakan penting bagi umat muslim untuk mengetahui ada 2 jenis yang bisa mempengaruhi pahala puasa. Yang pertama adalah hal yang membatalkan puasa.

“Hal pertama yang langsung seketika menggugurkan nilai puasanya disebut dengan mubtilathu siyam atau segala hal yang membatalkan puasa, langsung batal. Makan batal, sengaja minum batal, berhubungan seksual suami istri siang hari batal, wudhu misalnya kumur-kumurnya pakai sirup batal,” kata Ustaz Adi Hidayat sembari menyelipkan candaan dalam ceramahnya.

Yang kedua adalah hal yang merusak pahala puasa. Tidak batal tetapi merusak atau mengurangi pahala puasa.

Baca Juga : Bolehkah Baca Al Quran Melalui HP? Ini Penjelasan Ustadz Abdul Somad

“Yang kedua, ini yang harus sering diantisipasi. Hal yang merusak pahala puasa. Apa saja di antaranya langsung di kitabussiyam, Hadits Riwayat Al-Bukhari Bab tentang puasa nomor hadits yang pertama, Nabi Shalallahu ‘Alaihi Wassalam mengatakan jangan berkata-kata kotor, puasa itu perisai dari hal-hal yang tidak baik,” lanjutnya.

Jika ada orang berpuasa, kendalikan diri untuk tidak berbicara kotor dan hal-hal yang tidak pantas. Sebab, hal itu akan membuat orang lain berpeluang dosa.

“Maka jika ada orang puasa jangan berkata-kata kotor. Jangan berbuat yang tidak pantas itu dosa sih langsung enggak cuma membuat orang lain berpeluang dosa,” tuturnya.

Baca Juga : Bolehkah Membayar Zakat Fitrah dari Uang Hasil Hutang?

Jadi, jika ada orang yang mencela, mengajak berselisih hingga dusta sebenarnya tidak sekaligus membatalkan puasa tapi bisa mengurangi pahala puasa.

Ustaz Adi Hidayat memberikan gambaran orang yang berpuasa memiliki peluang mendapat pahala 100%. Tapi, jika orang tersebut melakukan perbuatan-perbuatan yang tidak baik saat sedang puasa maka mengurangi pahalanya.

“Misal Insya Allah kita puasa dapat pahala 100% tapi ada orang yang saat bersamaan mencela saat puasa. Cela dosanya 50%, berselisih 50%, dusta 100%, tambah gosip misalnya 100% lagi. Malah nilainya berkurang bahkan minus,” tambah UAH menjelaskan.

Baca Juga : Bagaimana Jika Saat Lebaran Ditanya Kapan Nikah? Ini Kata Ustadz Abdul Somad

Sehingga, tak sedikit orang yang berpuasa di bulan Ramadan tidak mendapat apapun dari puasanya, melainkan hanya lapar dan haus saja.

“Tidak sedikit orang puasa tidak mendapatkan apapun dari puasanya kecuali lapar dan haus saja. Hadits kudsi yang lain, Allah tidak membutuhkan puasa seseorang yang memperbanyak dosa dalam puasanya,” pungkas Ustaz Adi Hidayat.

Penulis : Azwar
Komentar