ABATANEWS, MAKASSAR – Pasca kerusuhan yang berujung pada pembakaran Gedung DPRD Sulsel dan DPRD Makassar, Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman menegaskan kondisi di lapangan mulai terkendali.
“Alhamdulillah sudah eskalasinya sudah mulai ada konsolidasi, sosialisasi, dan normalisasi kondisi,” ujarnya, Jumat (29/8/2025).
Andi Sudirman menekankan, meski keadaan berangsur pulih, komunikasi dengan masyarakat tetap dijaga agar aspirasi yang disuarakan tidak terputus.
Baca Juga : Pengerjaan Drainase Jalan Aroepala Dikebut, Gubernur Sulsel: Kita Maksimalkan Saluran Drainasenya
“Tapi kita tetap melakukan komunikasi dan memastikan bahwa aspirasi teman-teman itu tetap kita sampaikan,” tambahnya.
Lebih lanjut, ia menyebut Presiden Joko Widodo sudah menindaklanjuti tuntutan massa. Beberapa kebijakan yang menuai protes telah dicabut, termasuk tunjangan DPR.
“Bapak Presiden, alhamdulillah beberapa sudah dibuatkan keputusan-keputusannya. Seperti tunjangan DPR sudah dicabut, kenaikan, dan sebagainya paket-paketnya. Tentu nanti terus-menerus Pak Presiden akan melakukan kebijakan-kebijakan. Jadi ini masalah waktu saja ya, dan komunikasi juga,” jelasnya.
Baca Juga : TP PKK Sulsel Gelar Rakor, Bahas Program Pokok dan Persiapan Agenda Nasional 2026
Gubernur juga memberikan apresiasi kepada warga Sulsel yang ikut berkomitmen menjaga keamanan di tengah situasi sulit.
“Terima kasih banyak tentu kepada masyarakat juga yang mau berkomitmen bersama menjaga kita sendiri. Aspirasi tetap kita kawal, tetapi bagaimana sukses tetap kita jaga,” ucapnya.
Ia mengingatkan bahwa aksi anarkis hanya akan menimbulkan korban di tingkat keluarga dan masyarakat.
Baca Juga : Sulsel Tetapkan DIP-DIK 2026, 53 Kategori Informasi Wajib Dibuka ke Publik
“Teman-teman, kita tidak bisa menjaga bagaimana anaknya orang, kasihan. Bagaimana ada yang harus tulang punggungnya hilang, dari rumah tangganya mereka harus jadi anak yatim. Itu kita harus sama-sama positif kasih informasi masyarakat,” pungkasnya.