Senin, 03 Agustus 2026

Gas Melon Tak Lagi Langka, Pemkot Parepare Ancam Tindak Penjual LPG 3 Kg di Atas HET

Gas Melon Tak Lagi Langka, Pemkot Parepare Ancam Tindak Penjual LPG 3 Kg di Atas HET

ABATANEWS, PAREPARE – Pemerintah Kota Parepare (Pemkot Parepare) memastikan pasokan LPG subsidi 3 kilogram (LPG 3 kg) atau gas melon kini kembali normal.

Seiring pulihnya distribusi gas melon, masyarakat Kota Parepare diminta tidak lagi berlebihan beli LPG 3 kg dan ikut mengawasi penjualan yang melanggar aturan.

Kepastian pasokan LPG 3 kg atau gas melon ditegaskan oleh Sekretaris Daerah Kota Parepare, Amarung Agung Hamka.

Baca Juga : Pemkot Parepare Tampil Semarak di Jalan Sehat Anti Mager dan Karnaval HUT ke-357 Sulsel

Menurutnya, kondisi pasokan mulai stabil setelah pemerintah berkoordinasi dengan Pertamina, agen, hingga pangkalan resmi untuk memastikan distribusi berjalan lancar.

“Ketersediaan LPG 3 kilogram sudah kembali normal. Masyarakat tidak perlu khawatir ataupun melakukan pembelian secara berlebihan karena pasokan telah tersedia di pangkalan resmi,” ujar Amarung Agung Hamka.

Meski stok dinyatakan aman, Pemkot Parepare memberi peringatan keras kepada seluruh pangkalan agar mematuhi Harga Eceran Tertinggi (HET).

Baca Juga : Kabut Asap Selimuti Parepare, Dinas Kesehatan Turun ke Jalan Bagikan Masker

Pemerintah menegaskan tidak akan mentoleransi praktik penjualan LPG subsidi dengan harga melebihi ketentuan.

Amarung Agung Hamka bahkan meminta masyarakat aktif melaporkan jika menemukan pangkalan maupun oknum penjual yang menjual LPG 3 kilogram di atas HET.

“Kalau ada yang menjual di atas HET, silakan laporkan. Pemerintah bersama instansi terkait akan menindaklanjuti setiap laporan yang masuk. LPG 3 kilogram adalah barang subsidi yang harus benar-benar dinikmati oleh masyarakat yang berhak dengan harga sesuai ketentuan,” tegasnya.

Baca Juga : Waspada Kabut Asap di Parepare, Pemkot Bagikan Masker Edukasi Warga Lindungi Kesehatan

Selain mengawasi harga, Pemkot Parepare juga memperketat pengawasan distribusi untuk mencegah penimbunan, penyalahgunaan, hingga permainan harga yang berpotensi memicu kelangkaan kembali.

Masyarakat diimbau membeli LPG subsidi hanya melalui pangkalan resmi agar memperoleh harga sesuai HET sekaligus mendukung distribusi yang tepat sasaran.

“Pemerintah akan terus melakukan monitoring bersama Pertamina dan seluruh pemangku kepentingan. Tujuannya agar stok tetap aman, distribusi lancar, dan masyarakat tidak lagi mengalami kesulitan mendapatkan LPG subsidi,” pungkas Amarung Agung Hamka

Penulis : Wahyuddin
Komentar