ABATANEWS – Tim arkeologi menemukan tulang belulang manusia di Kastil Sidon yang berlokasi di pantai Mediterania timur, Lebanon Selatan.
Penemuan itu berupa dua kuburan massal yang berisi 25 tentara salib yang dibantai selama perang abad ke-13.
Luka pada tulang belulang menunjukkan para prajurit ini meninggal dunia di ujung pedang, gada, dan panah. Adanya bagian yang hangus pada beberapa tulang menandakan mereka dibakar usai dijatuhkan dalam lubang.
Baca Juga : Ditemukan Artefak Perhiasan Berusia 150.000 Tahun, Begini Penampakannya
Menurut catatan sejarah yang ditulis tentara salib menunjukkan Sidon diserang dan dihancurkan pasukan Mamluk pada 1253.
7 tahun kemudian atau pada 1260, pasukan Mongol juga menyerang daerah ini. Tulang belulang dari prajurit yang ditemukan dalam 2 kuburan kemungkinan berasal dari salah satu pertempuran itu.
Perang salib sendiri adalah serangkaian perang agama yang terjadi antara tahun 1905 dan 1291 di mana penjajah Kristen mencoba untuk mengklaim wilayah Timur, termasuk Lebanon.
Baca Juga : Toilet Langka Berusia 2.700 Tahun Ditemukan di Israel
Dikutip Indozone dari Daily Mail, kuburan massal berbentuk bujur sangkar ini pun ditemukan di tembok kota. Selain tulang belulang, peneliti juga temukan beberapa benda milik para tentara. Melihat hal itu, para peneliti memberikan komentarnya.
“Di dalam liang makam berbagai artefak tersebar di antara tulang manusia dan bukan manusia. Penemuan (benda) logam seperti gesper dari tembaga, paku besi dengan dua ukuran yang berbeda, perlengkapan besi lainnya. Ada juga koin dan cincin dari perak serta anak panah tembaga,” ungkap para peneliti dalam jurnal PLoS ONE.
“Temuan lain termasuk pecahan tembikar abad pertengahan, sisa pecahan tembikar periode Persia, pecahan kaca dan sepotong serat yang dipelintir dalam keadaan hangus,” lanjutnya.
Baca Juga : Toilet Langka Berusia 2.700 Tahun Ditemukan di Israel
Penemuan dan penelitian ini pun dipublikasikan dalam jurnal PLoS One dengan judul Weapon injuries in the crusader mass graves from a 13th century attack on the port city of Sidon (Lebanon) pada 25 Agustus 2021.