Sabtu, 17 Agustus 2024

Bupati Maros Ingin Momenntum HUT ke79 RI Jadi Wujud Semangat Nasionalisme dan Cinta Tanah Air

Bupati Maros Ingin Momenntum HUT ke79 RI Jadi Wujud Semangat Nasionalisme dan Cinta Tanah Air

ABATANEWS, MAROS – Pemerintah Kabupaten Maros menggelar upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-79 Republik Indonesia (RI) di Lapangan Pallantikang, Kecamatan Turikale, Maros, Sabtu (17/8/2024).

Dalam upacara yang digelar sekitar pukul 09.30 Wita ini hadir Bupati Maros, AS Chaidir Syam sebagai inspektur upacara dan Ketua DPRD Maros, Andi Patarai Amir sebagai pembaca naskah proklamasi.

Bupati Maros, AS Chaidir Syam mengatakan ada 72 pasukan pengibar bendera (Paskibra) yang bertugas mengiringi pengibaran bendera hingga ke puncak tiang.

Baca Juga : 396 Guru PPPK Paruh Waktu di Maros Berpeluang Jadi Penuh Waktu Tanpa Seleksi

Mereka membentuk formasi 17, 8 dan 45.

“Semua rangkaian berjalan lancar, semalam ada renungan suci, pengukuhan Paskibra dan hari ini kita pengibaran bendera Merah Putih. Insyaallah sebentar sore ada upacara penurunan dan ramah tamah,” jelas mantan Ketua DPRD Maros ini.

Dia berharap agar peringatan HUT RI ke-79 menjadi wujud semangat nasionalisme dan cinta tanah air.

Baca Juga : Bupati Maros Bawa Keluarga Vallen ke DPR, Minta Negara Kawal Kasus di Armenia Agustus 20, 2026

“Juga menjadikan meningkatkan patriotisme, kebersamaan dan persatuan untuk NKRI. Sekaligus sebagai ajang menguatkan kembali semangat kebangsaan, kebersamaan, persatuan dan kesatuan,” katanya.

Momen Kemerdekaan RI harusnya dimaknai sebagai momentum merefleksikan diri atas perjuangan para pahlawan.

Sebab usia 79 RI adalah buah perjuangan dan sumbangsih pemikiran, serta kerja nyata para pejuang bangsa.

Baca Juga : 204 Warga Binaan di Maros Dapat Remisi HUT RI, 2 Orang Langsung Bebas

“Kita yang hadir disini semestinya melanjutkan perjuangan yang telah ditoreh para pemimpin bangsa. Misalnya berkomitmen dan bekerja secara nyata untuk pembangunan, khususnya di Kabupaten Maros tercinta kita ini,” pungkasnya.

Penulis : Wahyuddin
Komentar