ABATANEWS, MAROS — Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kecamatan Mandai kembali hadir Senin, 13 Oktober 2025.
Dengan diresmikannya SPPG Bontomate’ne di Jalan Barambang Desa Bontomatene Kecamatan Mandai Kabupaten Maros ini, jumlah SPPG di Maros saat ini sudah mencapai 28 unit.
Peresmian SPPG ini ditandai dengan pemotongan tumpeng dan pengguntingan pita yang dilakukan langsung Bupati Maros, AS Chaidir Syam.
Baca Juga : Hingga Mei 2026, Realisasi PAD Maros Capai 40 Persen
Chaidir menyebutkan sampai saat ini sudah ada 28 unit SPPG yang beroperasi di Kabupaten Maros.
“Dari target awal 31 unit, kami optimistis jumlah tersebut bisa bertambah hingga akhir tahun. Semoga bisa sampai 41 SPPG,” jelasnya.
SPPG yang diresmikan kali ini disebut sebagai salah satu unit dengan kapasitas dan fasilitas paling luas.
Baca Juga : Bupati dan Wakil Bupati Maros Jemput Jemaah Haji Kloter 14 di Tengah Guyuran Hujan
Meski demikian ia senantiasa mengingatkan seluruh pengelola untuk menjaga standar operasional (SOP) pengolahan makanan agar kasus keracunan tidak terjadi.
“Hati-hati, sudah ada beberapa kasus sebelumnya. Semoga hal seperti itu tidak terjadi di tempat ini,” sebut mantan Ketua DPRD Maros ini.
Dia mengatakan BGN bersikap tegas terhadap pelanggaran yang berdampak pada kesehatan penerima manfaat.
Baca Juga : 111 Warga Maros Pilih Mundur dari PKH, Tak Lagi Bergantung Bansos
“Ketika ada kasus keracunan, SPPG-nya langsung ditutup,” katanya.
Sebagai langkah antisipasi, kata dia, pihaknya telah menurunkan Satgas Pembangunan SPPG untuk melakukan evaluasi dan pemantauan rutin.
“Hari ini juga kami menurunkan tim dari Dinas Kesehatan untuk memantau SPPG yang telah beroperasi,” jelasnya.
Baca Juga : Bupati Chaidir Syam Tunjuk Nuryadi Isi Jabatan Plt Kadis Perikanan Maros
Menyoal SPPG di daerah pegunungan, Ketua PMI Maros ini menjelaskan jika akan ada SPPG yang dibangun di Kecamatan Mallawa.
Pembangunan SPPG di Mallawa, Kelurahan Sabila, akan langsung dibiayai oleh pihak BGN. “BGN sudah setuju untuk membangun SPPG di Mallawa, Kelurahan Sabila, langsung menggunakan anggaran BGN,” ungkapnya.
Pemkab Maros kini tengah mencari solusi agar wilayah-wilayah terpencil juga dapat segera memiliki SPPG.
Baca Juga : Pemkab Maros Ubah Pola Kerja dan Mobilitas ASN, Hemat Rp2,2 Miliar
“Kita cari solusi untuk daerah terjauh seperti Bonto Manurung, Gattareng Matinggi, Wanuawaru, dan Desa Cenrana di Holiang. Semoga bisa mendapatkan MBG secepatnya,” jelasnya.