Selasa, 07 Mei 2024 17:06

Belum Lakoni Latihan Taktik Jelang Lawan Guinea, Pemain Indonesia Terkendala Cuaca

Belum Lakoni Latihan Taktik Jelang Lawan Guinea, Pemain Indonesia Terkendala Cuaca 

ABATANEWS, PARIS – Pemain Timnas Indonesia U-23 belum melakoni latihan taktik jelang menghadapi Guinea pada playoff Olimpiade Paris 2024. Pasalnya, para pemain terkendala masalah cuaca.

Seperti diketahui, pemain hingga staf Timnas Indonesia baru tiba di Paris, pada Senin (6/5/2024). Rombongan terbang dari Doha, Qatar ke Paris yang sebelumnya mengikuti Piala Asia U-23.

Pelatih Timnas Indonesia Shin Tae-yong mengatakan baru memberikan latihan kebugaran kepada pemain. Hal ini dilakukan demi memulihkan kebugaran pemain yang sebelumnya melakukan perjalanan dari Qatar ke Paris, Prancis.

Baca Juga : Asean Cup 2024, Indonesia di Grup B Bertemu Dengan Vietnam

‘’Karena letih jadi hanya latihan pemulihan fisik dan taktik sebentar. Memang kemarin kita perjalanan lumayan jauh. Seperti apa yang Anda lihat. Jadi semua menggunakan jaket yang tebal, suhu lumayan dingin. Yang paling penting sebenarnya kontrol kondisi pemain. Jadi secara psikologis mulai capek, mulai lelah. Yang penting kita bisa kontrol kondisi pemain agar tetap bugar,” kata Shin dikutip laman PSSI, Selasa (7/5/2024).

Shin mengakui keberangkatan ke Paris memang dijadwalkan jauh-jauh hari. Ini dilakukan agar pemain memiliki adaptasi dengan cuaca yang cukup.

Seperti diketahui saat putaran final Piala Asia U-23 di Doha, cuaca sangat panas sekitar 35 derajat celsius. Akan tetapi, di Paris saat ini relatif dingin (sekitar 12 derajat celcius), sehingga adaptasi pemain terhadap cuaca harus dilakukan jauh-jauh hari.

Baca Juga : Tak Ada Elkan dan Klok, Ini Daftar Pemain Indonesia Disiapkan Lawan Irak dan Filipina

‘’Jadi memang ada kesulitan masalah makanan dan tidur. Karena kita juga buru-buru pesan hotel dan lain-lain karena baru bisa dilakukan setelah selesai pertandingan kemarin di Doha. Jadi ada masalah sedikit,’’ ucapnya.

Shin Tae-yong juga mengeluhkan lapangan tempat berlatih, yakni Stade de Lagrange yang kurang representatif.

“Memang di bawah standar, ya. Artinya tidak seperti di Doha, tetapi katanya di sini yang rumputnya paling baik. Jadi mau tidak mau kita harus adaptasi dengan situasi dan kondisi di sini,’’ pungkasnya.

Penulis : Wahyu Susanto
Komentar