Rabu, 03 Desember 2025

Bedah Buku di Makassar, Wabup Barru Tekankan Peran Pemimpin Bangun Budaya Inovasi ASN

Bedah Buku di Makassar, Wabup Barru Tekankan Peran Pemimpin Bangun Budaya Inovasi ASN

ABATANEWS, MAKASSAR — Mahasiswa aktif mengajukan sejumlah pertanyaan kepada Wakil Bupati Barru, Abustan Andi Bintang, dalam sesi diskusi dan tanya jawab bedah buku Diskresi Inovasi Pemerintah Daerah, Rabu (3/12/2025). Pertanyaan itu menyoroti strategi kepemimpinan, budaya inovasi aparatur sipil negara, serta cara memandang masa depan sebagai pemimpin visioner.

Seorang mahasiswa menilai budaya birokrasi masih diwarnai rasa takut mengambil keputusan karena khawatir salah. Ia meminta penjelasan strategi Pemerintah Kabupaten Barru dalam membangun budaya kerja yang mendorong inovasi secara bertanggung jawab.

Menanggapi hal itu, Abustan menegaskan keberanian berinovasi harus dimulai dari pemimpin.

Baca Juga : Wabup Barru Kawal Penyerahan Bantuan Alsintan dari Kementan kepada Kelompok Tani

“Birokrasi boleh salah, tapi tidak boleh bohong. Pemimpin harus memberi ruang kepada staf agar berani berinovasi,” tegasnya.

Ia mengungkapkan Pemkab Barru membuka ruang inovasi bagi seluruh ASN dan memberi penghargaan bagi ide terbaik. Dalam seleksi inovasi yang digelar sepekan sebelumnya, lebih dari 100 peserta ikut berkompetisi dan 13 orang terpilih sebagai inovator terbaik.

Menurutnya, reward tidak harus berupa uang. Pemerintah dapat memberikan sertifikat, kesempatan pengembangan karier, atau prioritas jabatan sebagai bentuk apresiasi.

Baca Juga : Pemkab Barru Salurkan Bantuan Untuk Korban Angin Puting Beliung di Kecamatan Mallusetasi

Abustan juga menyoroti hambatan besar inovasi birokrasi, yakni keterlibatan ASN dalam politik praktis.

“ASN tidak boleh terlibat politik. Kalau terlibat, pasti tidak bisa berinovasi. Pola pikirnya hanya politik,” ujarnya.

Ia menegaskan komitmen dirinya bersama Bupati Barru untuk menertibkan ASN, guru, dan kepala desa agar tidak terseret kepentingan politik yang berpotensi menghambat pembangunan daerah.

Baca Juga : Hari Kesatuan Gerak PKK, Wabup Barru: PKK Kekuatan Pemerintah

Pertanyaan berikutnya datang dari mahasiswa Program Studi ABSP tentang cara pemimpin melihat masa depan 50 hingga 100 tahun ke depan, sebagaimana konsep visionary leadership.

Abustan menekankan pentingnya menjadi manusia pembelajar.

“Don’t stop to learn. If you don’t learn, you don’t change. If you don’t change, you die,” katanya.

Baca Juga : Bupati Barru Dukung Perdes Kawasan Tertib Ternak

Menurut dia, hanya pemimpin berpengetahuan dan berwawasan luas yang mampu membaca arah perubahan dunia. Ia mencontohkan tantangan era volatility, uncertainty, complexity, ambiguity atau VUCA, serta pesatnya transformasi digital. Pemimpin masa depan, kata dia, harus memahami teknologi, data, dan tren ekonomi global.

“Hanya ilmu pengetahuan yang bisa melihat masa depan. Tanpa itu, tidak mungkin kita menata pembangunan 50 sampai 100 tahun ke depan,” jelasnya.

Komentar