ABATANEWS, MAKASSAR – Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Makassar mengerahkan personel Pos SAR Bone untuk melakukan operasi pencarian terhadap seorang nelayan. Korban atas nama Muhammad Ali (20) diduga jatuh dari kapal di perairan Taka Limpoge, Kecamatan Pulau Sembilan, Kabupaten Sinjai, Sulsel.
Kejadian bermula saat kapal nelayan KM 3 Putri 77 bertolak dari Pelabuhan Lappa untuk melakukan kegiatan penangkapan ikan sekitar pukul 06.30 Wita, Sabtu (3/11/2026). Saat kapal hendak melepaskan jangkar di rompon, yang berada di wilayah perairan Taka Limpoge, korban diduga terjatuh ke laut ketika berjalan di sisi kapal.
Korban diperkirakan menuju ke bagian belakang kapal untuk buang air kecil sebelum akhirnya terjatuh ke laut. Upaya pencarian awal telah dilakukan oleh keluarga korban bersama masyarakat setempat, namun hingga saat ini korban belum ditemukan.
Baca Juga : Hari Ketiga Pencarian, Tim SAR Belum Temukan Lansia Tersesat di Perkebunan Alasa Selayar
Atas kejadian tersebut, pihak keluarga melaporkan insiden ini kepada Basarnas Makassar untuk mendapatkan bantuan operasi pencarian dan pertolongan. Informasi kejadian diterima oleh Basarnas Makassar pada tanggal 31 Januari pukul 16.10 WITA.
“Setelah menerima informasi dari pihak keluarga korban, kami segera mengerahkan personel Pos SAR Bone menuju Sinjai untuk melaksanakan operasi pencarian. Tim akan berkoordinasi dengan Instansi dan masyarakat setempat guna kelancaran Pencarian.” ujar Kepala Kantor Basarnas Makassar, Muhammad Arif Anwar.
Ia ambahkan, operasi SAR dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi cuaca dan perairan di sekitar lokasi. Meskipun kondisi cuaca di lokasi terpantau berawan, pihaknya berharap korban dapat segera ditemukan.
Baca Juga : Basarnas Makassar Cari Lansia Yang Hilang di Hutan Kebun Alasa Selayar
“Operasi SAR akan terus dilaksanakan secara maksimal dengan mengutamakan keselamatan tim di lapangan,” imbuh Muhammad Arif.
Dalam pelaksanaan Operasi SAR, sejumlah unsur SAR turut dilibatkan guna mendukung kelancaran proses pencarian. Untuk sementara unsur yang terlibat meliputi Basarnas, TNI Angkatan Laut, Polairud Sinjai, BPBD Sinjai, Tagana, personel Brimob, masyarakat setempat dan potensi SAR lainnya.