Sabtu, 03 Januari 2026

812 Kelompok Tani Sulsel Terima Alsintan, Gubernur Sulsel: untuk Wujudkan Swasembada Pangan

812 Kelompok Tani Sulsel Terima Alsintan, Gubernur Sulsel: untuk Wujudkan Swasembada Pangan

ABATANEWS, MAKASSAR – Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman menegaskan bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) yang disalurkan Pemerintah Provinsi Sulsel kepada kelompok tani harus dimanfaatkan secara optimal untuk kepentingan petani dan tidak boleh disalahgunakan.

Hal tersebut disampaikan Andi Sudirman saat menyerahkan bantuan ribuan Alsintan bersama jajaran Forkopimda Sulsel dan Maros di Gudang Alsintan Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (TPHBun) Sulsel, Jalan Andi Pettarani, Kabupaten Maros, beberapa hari lalu.

“Kita ada sekitar total bantuan Rp120 miliar, yang bersumber dari APBN dan juga ada dari APBD Provinsi,” ungkap Andi Sudirman.

Baca Juga : Didukung Bantuan Keuangan Pemprov Sulsel Rp15 M, Stadion Jeneponto Segera Rampung

Adapun bantuan yang diserahkan kepada kepada 812 kelompok di 24 kabupaten kota diantaranya, Combine Harvester 47 unit, Handtraktor 145 unit, Handsprayer 8655 unit, Traktor Roda 4 ada 175 unit dan Cultivator 11 unit.

Andi Sudirman menekankan pentingnya pengelolaan alsintan secara bertanggung jawab agar benar-benar memberikan manfaat bagi peningkatan produktivitas pertanian.

“Harapan kita para petani dapat memanfaatkan, tidak diperjualbelikan kemudian para ketua dan anggota kelompok tani dapat secara adil menggunakan, untuk mendukung program swasembada pangan dari Bapak Presiden Prabowo,” harapnya.

Baca Juga : Gubernur Sulsel Terima Bantuan Yagatra Alumni FH Unhas 83 untuk Korban Bencana Aceh Tamiang

Menurut Andi Sudirman, modernisasi sektor pertanian melalui dukungan alsintan menjadi salah satu fokus Pemprov Sulsel dalam memperkuat ketahanan pangan daerah. Dengan penggunaan alat pertanian yang tepat, proses olah lahan dapat menjadi lebih efisien, biaya produksi ditekan, dan hasil panen meningkat.

“Kemudian ini bantuan adalah hasil efisiensi kita, relokasi anggaran belanja yang tidak terlalu urgent, dan menjadi belanja yang dibutuhkan masyarakat. Mudah-mudahan kedepan petani kita semakin mempermudah dan menjadikan Sulsel sebagai lumbung pangan,” cetusnya.

Penulis : Wahyuddin
Komentar