Senin, 02 Februari 2026

Nelayan di Makassar Disapu Ombak Saat Pasang Jaring Ikan, Ditemukan Meninggal Dunia

Tim Gabung BPBD Makassar saat melakukan pencarian terhadap seorang nelayan di perairan Makassar, Sulsel. (foto: BPBD Makassar)
Tim Gabung BPBD Makassar saat melakukan pencarian terhadap seorang nelayan di perairan Makassar, Sulsel. (foto: BPBD Makassar)

ABATANEWS, MAKASSAR – Seorang nelayan atas nama Yanto (35) ditemukan meninggal dunia di Perairan Makassar, tepatnya di sekitar Pantai Indah Bosowa, Senin (2/2/2026).

Korban sebelumnya dilaporkan hanyut disapu ombak saat memasang jaring ikan sekitar pukul 10.00 Wita. Korban akhirnya ditemukan sekitar pukul 11.50 Wita dalam kondisi meninggal dunia.

“Korban ditemukan oleh tim gabungan BPBD, Damkarmat, TNI–Polri, serta masyarakat setempat. Selanjutnya, korban dievakuasi dan diserahkan kepada pihak keluarga untuk proses selanjutnya,” ujar Kepala Pelaksana BPBD Kota Makassar, HM Fadli Tahar.

Baca Juga : Belum Kembali Dari Melaut, Basarnas Makassar Cari Nelayan di Perairan Jeneponto

Peristiwa ini bermula saat duu nelayan memasang jaring ikan di bibir pantai Indah Bosowa dalam kondisi cuaca yang kurang bersahabat. Ombak tinggi kemudian datang dan menghantam korban hingga hanyut.

Satu korban dinyatakan selamat dan satu lagi hilang setelah disapu ombak. Kakak ipar korban kemudian melapor ke BPBD Makassar guna melakukan pencarian.

“Saat menerima laporan, BPBD Kota Makassar langsung bergerak cepat dengan menurunkan Tim Reaksi Cepat (TRC). Pada pukul 11.50 Wita, korban berhasil ditemukan dalam kondisi meninggal dunia (MD),” jelasnya.

Baca Juga : Basarnas Makassar Kerahkan Personil SAR Bone Cari Nelayan Hilang di Perairan Sinjai

Selama pelaksanaan operasi pencarian lanjut dia, tim menghadapi tantangan cuaca yang cukup berat, terutama ombak tinggi dan angin kencang. Namun berkat sinergi dan kerja sama seluruh unsur di lapangan, proses pencarian dapat diselesaikan.

“BPBD Kota Makassar menyampaikan duka cita mendalam kepada keluarga korban serta mengimbau masyarakat, khususnya nelayan, agar lebih waspada terhadap kondisi cuaca ekstrem dan selalu mengutamakan keselamatan saat melaut,” imbuh HM Fadli Tahar.

Penulis : Wahyuddin
Komentar