Senin, 12 Juni 2023 20:11

158 CPNS Pemkab Luwu Utara Resmi Terima SK 100 Persen, Ini Pesan Bupati Indah

Bupati Luwu Utara, Indah Putri Indriani saat menyerahkan SK PSN 100 persen terhadap 158 Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Kabupaten Luwu Utara Formasi Tahun 2021 di Aula La Galigo Kantor Bupati Lutra, Senin (12/6/2023).
Bupati Luwu Utara, Indah Putri Indriani saat menyerahkan SK PSN 100 persen terhadap 158 Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Kabupaten Luwu Utara Formasi Tahun 2021 di Aula La Galigo Kantor Bupati Lutra, Senin (12/6/2023).

ABATANEWS, LUTRA – Sebanyak 158 Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Kabupaten Luwu Utara Formasi Tahun 2021 secara resmi menerima SK 100 Persen alias SK PNS dari Bupati Indah Putri Indriani. Penyerahan SK berlangsung di Aula La Galigo Kantor Bupati Lutra, Senin (12/6/2023).

Sejatinya, ada 159 CPNS yang berhalangan hadir pada penyerahan SK tersebut. Penyerahan SK PNS ini juga dirangkaikan dengan kegiatan Pengambilan Sumpah PNS Tahun Anggaran 2023.

“Ini adalah salah satu momentum yang sangat ditunggu-tunggu dalam perjalanan karir saudara. Untuk itu, saudara dituntut memiliki kinerja yang mumpuni dalam kapasitas profesi di unit kerja kita masing-masing,” kata Bupati Indah Putri Indriani.

Baca Juga : MenpanRB Siapkan Skema Perpindahan ASN ke IKN

Sebagai PNS, kata Indah, ada dua harapan yang mesti diwujudkan oleh seorang aparatur pemerintah. Yaitu ekspektasi personal dan ekspektasi eksternal.

Pada kesempatan itu, ia lebih banyak membahas tentang ekspektasi eksternal seorang PNS. Menurutnya, dalam lingkup organisasi, PNS tak bisa lepas dari ekspektasi publik, yakni bagaimana memberikan pelayanan kepada masyarakat.

“Dalam organisasi kita tak bisa lepas dari ekspektasi publik, yakni memberikan pelayanan,” sebutnya.

Baca Juga : Tingkatkan Kualitas SDM, Ratusan Guru Ikuti Professional English Training

Tak kalah pentingnya, orang nomor satu di Kabupaten Luwu Utara ini menegaskan kepada semua PNS yang baru saja mendapatkan SK 100 persen untuk senantiasa mengedepankan prinsip-prinsip kebersamaan. Serta menghindari ego personal.

“Kalau mencari orang pintar, banyak sekali, tetapi orang yang mampu bekerja sama itu susah didapatkan. Banyak orang pintar, tetapi tidak mampu bekerja sama. Hanya mau dipahami, tetapi tidak mau memahami. Egonya pun secara personal lebih menonjol daripada ego organisasi,” paparnya.

Ia pun tak menampik bahwa kepintaran dalam organisasi penting. Tetapi itu bukan jaminan mutlak untuk mewujudkan tujuan dan cita-cita organisasi ke depan.

Baca Juga : Berjalan Aman, Bupati Indah Apresiasi Proses Demokrasi di Luwu Utara

“Orang pintar dibutuhkan, tetapi orang yang mampu membangun kerja sama itu jauh lebih dibutuhkan dalam organisasi,” sambungnya, kembali mengingatkan. Ia menambahkan bahwa kesuksesan itu sangat ditentukan bagaimana kerja sama dibangun.

Ia menambahkan, hanya 15% nilai kepintaran pada kesuksesan seseorang. Selebihnya, 85%, sangat tergantung pada kemampuan membangun kerja sama.

“Jadi, sekali lagi, bahwa kerja sama dan saling respek terhadap rekan kerja dan pekerjaan kita itu jauh lebih penting,” tandasnya.

Penulis : Wahyu Susanto
Komentar