Sabtu, 01 Juli 2023 15:14

1213 Hewan Jurban Dipotong di Kabupaten Luwu Utara saat Idul Adha

Bupati Luwu Utara Indah Putri Indriani bersama Sektetaris Daerah, Armiadi, menyaksikan langsung proses penyembelihan hewan kurban yang dilaksanakan tidak jauh dari lokasi Kantor Bupati.
Bupati Luwu Utara Indah Putri Indriani bersama Sektetaris Daerah, Armiadi, menyaksikan langsung proses penyembelihan hewan kurban yang dilaksanakan tidak jauh dari lokasi Kantor Bupati.

ABATANEWS, LUTRA – Sebanyak 1.213 hewan qurban disembelih alias dipotong pada Iduladha 1444 H/29 Juni 20023 M di wilayah Kabupaten Luwu Utara Provinsi Sulawesi Selatan.

Ribuan hewan qurban ini berasal dari 15 kecamatan yang ada di Luwu Utara, termasuk bantuan hewan qurban dari Perangkat Daerah (PD) Lingkup Pemerintah Kabupaten Luwu Utara.

Tak terkecuali bantuan hewan qurban Bupati Indah Putri Indriani, serta Wakil Bupati Suaib Mansur, termasuk bantuan hewan qurban dari Anggota DPR-RI, Muhammad Fauzi.

Baca Juga : Tingkatkan Kualitas SDM, Ratusan Guru Ikuti Professional English Training

Adapun hewan qurban yang berhasil disembelih, yaitu sapi sebanyak 1.151 ekor, kerbau tiga ekor, dan kambing 59 ekor. Bupati bersama suami, M. Fauzi, menyumbang 7 ekor sapi.

Bupati Indah Putri Indriani bersama Sektetaris Daerah, Armiadi, menyaksikan langsung proses penyembelihan hewan qurban yang dilaksanakan tidak jauh dari lokasi Kantor Bupati.

Semua hewan qurban yang disembelih telah melalui tahapan pemeriksaan kesehatan oleh instansi terkait, sehingga hewan tersebut aman dan layak untuk dikonsumsi masyarakat.

Baca Juga : Berjalan Aman, Bupati Indah Apresiasi Proses Demokrasi di Luwu Utara

Kepala Dinas Pertanian Luwu Utara, melalui Kepala Bidang Peternakan, Kaswanto, mengatakan bahwa pihaknya melakukan pemeriksaan hewan ternak sebelum dan sesudah dipotong.

“Jadwal pemeriksaan kesehatan dilakukan sejak 26 Juni sampai 2 Juli 2023, di semua kecamatan di Luwu Utara, dengan jumlah Tim Pemeriksa sebanyak 125 orang,” ucap Kaswanto.

125 orang ini, kata dia, terdiri dari 7 dokter hewan, dan 118 paramedis peternakan. Tim ini berkoordinasi dengan pemerintah kecamatan, desa dan kelurahan, termasuk imam desa.

Baca Juga : Rapat Pleno Terbuka Rekapitulasi Hasil Pemilu 2024, Bupati Indah: Mari Kawal Bersama

“Ini dilakukan untuk mendeteksi apakah ada hewan terjangkit penyakit atau tidak, sekaligus memastikan hewan tersebut memenuhi standar hewan yang sehat,” pungkasnya.

Penulis : Wahyuddin
Komentar
Berita Terbaru