Sabtu, 31 Januari 2026

114 Sekolah Rusak Terdampak Bencana di Aceh Segera Direvitalisasi

114 Sekolah Rusak Terdampak Bencana di Aceh Segera Direvitalisasi

ABATANEWS, ACEH – Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi, Pendidikan Khusus, dan Pendidikan Layanan Khusus (PKPLK), Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) seterah melakukan pemulihan sekolah-sekolah terdampak bencana dengan mempercepat realisasi pelaksanaan program Revitalisasi Satuan Pendidikan.

Sebanyak 114 sekolah terdampak bencana di Aceh telah menandatangani perjanjian kerja sama (PKS) program Revitalisasi Satuan Pendidikan 2026 yang salah satunya diprioritaskan bagi sekolah terdampak bencana.

Penandatanganan PKS dilakukan oleh perwakilan dari seluruh sekolah terdampak bencana pada Kamis (29-01-2026) di Kota Banda Aceh.

Baca Juga : Tahun 2026, Pemerintah Siapkan Rp14 Triliun Untuk Tunjangan Guru Non ASN

Penandatanganan secara simbolik disaksikan langsung oleh Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi, Pendidikan Khusus, dan Pendidikan Layanan Khusus (PKPLK), Direktur Pendidikan Khusus dan Pendidikan Layanan Khusus, serta Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Aceh.

Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi PKPLK, Tatang Muttaqin, dalam sambutannya menyampaikan bahwa penandatanganan PKS ini menjadi langkah nyata rekonstruksi dan pemulihan pendidikan di Aceh.

Menurutnya, pemerintah berkomitmen kuat memulihkan pendidikan di Aceh dan daerah terdampak bencana lainya secara cepat, menyeluruh, dan berorientasi pada pemulihan para murid. Langkah ini diperlukan agar hak anak atas pendidikan tetap terjaga.

Baca Juga : Revitalisasi Rampung, Mendikdasmen Resmikan 100 Sekolah di Tangerang Raya

“Apa yang telah ditandatangani hari ini adalah dokumen awal kebahagiaan bagi orang-orang sekitar kita, para siswa, orang tua, dan seluruh warga sekolah di tempat Bapak Ibu untuk mengembalikan kondisi sekolah yang insyaallah lebih nyaman dan tentunya aman bagi seluruh warga sekolah,” kata Dirjen Tatang.

Dirjen Tatang berharap, dokumen yang telah ditandatangani digunakan secara sungguh-sungguh oleh para penerima bantuan program Revitalisasi Satuan Pendidikan sebagai rujukan dalam pelaksanaan program yang menjadi salah satu Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) sekaligus upaya untuk merekonstruksi dan merehabilitasi pendidikan di Aceh.

“Setelah penandatanganan ini, kemudian dana bantuan segera bisa cair sehingga bisa langsung dieksekusi. Kami berharap awal tahun ajaran baru, semoga anak-anak kita sudah bisa belajar dengan nyaman dan aman di sekolah yang baru,” Tatang menambahkan.

Baca Juga : KBBI Bertambah 3.259 Entri Baru Sepanjang 2025

Sebagai informasi, dari 114 sekolah yang akan segera direvitalisasi merupakan sekolah di bawah pembinaan Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi PKPLK yang terdampak bencana khusus di Provinsi Aceh. Ke-114 sekolah tersebut terdiri atas 99 SMK, 13 SLB, serta 2 PKBM dengan dampak kerusakan ringan hingga hingga rusak berat.

Kepala Bidang Sarana dan Prasarana, Dinas Pendidikan Provinsi Aceh, Dahlawi, menyampaikan bahwa penandatanganan PKS ini menjadi harapan baru bagi pendidikan rakyat Aceh. Menurutnya, akibat bencana, hampir separuh SMK dan SLB di Aceh rusak terdampak bencana dengan tingkat kerusakan mulai ringan hingga rusak berat.

“Revitalisasi ini membawa harapan baru bagi pendidikan Aceh. Dengan program Revitalisasi, kami berharap pendidikan di Aceh segera pulih dan pendidikan di Aceh ke depannya akan sama dengan daerah lainya,” kata Dahlawi.

Baca Juga : Kemendikdasmen Terbitkan Kebijakan Pembelajaran Bagi Satuan Pendidikan Terdampak Bencana

Kepala SMK Ummul Ayman 2, Kabupaten Pidie Jaya, Faisal, menyampaikan bahwa sekolahnya menjadi salah satu yang segera direvitalisasi. Akibat bencana, seluruh ruang kelas dan ruang praktik siswa rusak. Kegiatan belajar mengajar pun dilakukan di ruang kelas darurat.

“Dengan revitalisasi ini kami berharap unit kelas baru bisa cepat terbangun dan siswa dapat belajar kembali dalam kondisi yang lebih nyaman,” ujar.

Tak hanya kepala sekolah, Alfrizi Maulana, murid kelas 11 SMK Ummul Ayman 2, mengaku sudah merindukan ruang belajar yang nyaman seperti sebelumnya. Saat ini selain terpaksa belajar di kelas darurat, Alfrizi juga tidak bisa melakukan pembelajaran praktik karena seluruh area praktikum berupa kolam ikan dan bioflok rusak akibat banjir.

Baca Juga : Mendikdasmen: 85% Sekolah Terdampak Bencana Siap Laksanakan Pembelajaran Semester Genap

“Semoga unit kelas baru bisa segera dibangun dan kami bisa belajar kembali di ruang kelas yang nyaman dengan meja dan kursi,” ujar Alfrizi.

Sementara itu, Kepala SLBN Pembina Aceh Tamiang, Suprananta, mengaku bahwa PKS ini menjadi kabar gembira bagi 260 muridnya yang sudah sangat ingin kembali belajar di sekolah.

sekolah kami memang sudah aktif kembali, tapi masih kelas darurat. Dengan PKS ini kami insyaallah bisa membangun kembali sekolah kami yang rusak parah karena bencana,” ujar Supranata.

Penulis : Wahyuddin
Komentar