World Beach Games 2023 Ditolak Koster, Indonesia Akan Kembali Hadapi FIFA dan 13 Federasi Olahraga

World Beach Games 2023 Ditolak Koster, Indonesia Akan Kembali Hadapi FIFA dan 13 Federasi Olahraga

ABATANEWS, JAKARTA – Gubernur Bali I Wayan Koster kembali menolak kehadiran Israel dalam kegiatan World Beach Games 2023 di Bali, 5-12 Agustus mendatang.

Ketua Umum Komite Olimpiade Indonesia (KOI) Raja Sapta Oktohari akhirnya angkat bicara. Ia mengingatkan agar negara tidak salah ambil langkah dan berdampak seperti pembatalan Piala Dunia U-20 beberapa waktu lalu.

Okto sangat berharap ajang ANOC World Beach Games 2023 di Bali tetap berjalan sesuai rencana. Selain World Beach Games ajang multi-cabang terbesar ketiga di dunia setelah Olimpiade musim panas dan musim dingin, Indonesia juga bisa menghadapi masalah besar jika gagal menjadi tuan rumah.

“ANOC ini penting buat kita. Ini ajang pembuktian yang akan disaksikan dunia, kita cuma ingin memastikan Indonesia jangan sampai salah langkah,” ujar Okto mengutip dari CNNIndonesia.com, pada Jumat (7/4/2023).

“Jangan sampai kita salah bertindak yang akibatnya gara-gara kita fokus satu bendera negara lain, dan konsekuensinya bendera kita dan lagu kebangsaan Indonesia tidak boleh dikibarkan dan dikumandangkan di negara-negara atau ajang-ajang internasional lain,” ucap Okto.

Okto mengatakan kegagalan Indonesia menggelar World Beach Games 2023 akan menimbulkan masalah yang lebih kompleks dari saat Indonesia gagal menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20 2023.

Jika Indonesia hanya berurusan dengan dua statuta, yakni FIFA dan IOC, saat gagal menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20 2023, maka untuk World Beach Games 2023, Indonesia akan berurusan dengan statuta 14 induk cabor internasional ditambah statuta ANOC dan IOC.

“Saya terlibat langsung ketika ditunjuk sebagai Ketua Gugus Tugas [2021] dan harus berhadapan dengan satu statuta, yaitu statuta anti-doping. Indonesia saat itu dijatuhkan sanksi oleh WADA dan tidak boleh mengibarkan bendera Merah Putih. Padahal setelah 19 tahun, Indonesia berhasil juara Sudirman Cup, tapi sayangnya kita ketika itu tidak boleh mengibarkan bendera Merah Putih, dan itu sakitnya itu bisa dirasakan,” ucap Okto.

“Sama ketika Piala Dunia U-20 terjadi pembatalan, mudah-mudahan ini tidak terulang lagi. Apalagi dalam World Beach Games ini unsur-unsurnya masuk semua, ada FIFA karena ada beach soccer, ada BWF karena ada air badminton, ada FIBA karena ada basket, dan seterusnya,” ujar Okto.

Lebih lanjut Okto mengakui ancaman kegagalan World Beach Games 2023 bisa saja terjadi. Untuk itu Okto meminta semua stakeholder bersatu untuk melancarkan ajang di Bali tersebut.

“Kita semua harus punya satu bahasa, karena yang dilihat orang-orang di dunia itu bukan hanya Menpora Dito Ariotedjo, saya Okto, dan pak I Wayan Koster. Tapi secara keseluruhan bahwa ini nama baik Indonesia yang dipertaruhkan. Bendera kita itu bukan warna-warni, tapi Merah Putih,” kata Okto.

“Sekarang menjadi pertaruhan bagaimana kita mencari solusi, karena kita sudah terikat perjanjian. Perjanjian yang kita tanda tangani di Korea Selatan ketika itu, host city contract. Itu sudah atas sepengetahuan semua pihak, jadi kami tidak ujug-ujug, dan bahkan dihadiri oleh perwakilan kementerian,” ujar Okto.

Baca Juga