Unhas Fasilitas Mahasiswa dari 14 Negara Belajar Keberagaman, Pengabdian, dan Konservasi Laut di Makassar

ABATANEWS, MAKASSAR – Pengalaman belajar yang mempertemukan mahasiswa internasional dengan masyarakat, budaya lokal, dan persoalan lingkungan merupakan bagian penting dalam membangun kampus berwawasan global. Praktik seperti ini mendorong internasionalisasi perguruan tinggi.
Prinsip tersebut tercermin dalam program Unhas International Student Outing (UISO) 2026 yang diselenggarakan Universitas Hasanuddin. Sebanyak 40 mahasiswa internasional dari 14 negara diajak belajar di luar ruang kelas, berinteraksi dengan masyarakat kepulauan, serta mengenal pentingnya konservasi ekosistem laut di Makassar.
Program yang diinisiasi Direktorat Internasionalisasi dan Kantor Urusan Internasional (DIKUI) Unhas tersebut memadukan tiga pengalaman pembelajaran: pertukaran budaya, pengabdian kepada masyarakat, dan eksplorasi lingkungan bahari.
Saat ini, Unhas memiliki 580 mahasiswa internasional. Keberagaman tersebut merupakan modal untuk membangun lingkungan akademik yang terbuka, sekaligus memperkuat hubungan antarbudaya di dalam dan di luar kampus.
Salah satu agenda UISO 2026 adalah pengabdian kepada masyarakat di SMA Barrang Lompo, Kelurahan Barrang Lompo, Kecamatan Kepulauan Sangkarrang, Kota Makassar. Sebanyak 120 siswa berinteraksi langsung dengan mahasiswa internasional melalui pembelajaran bahasa Inggris, permainan edukatif, dan pertukaran budaya.
Bagi para siswa, pertemuan tersebut membuka kesempatan untuk mempraktikkan bahasa Inggris sekaligus mengenal tradisi dan kehidupan masyarakat dari berbagai negara. Sementara itu, mahasiswa internasional memperoleh pengalaman memahami kehidupan masyarakat kepulauan dan berinteraksi dengan lingkungan sosial di luar universitas.
Metode pembelajaran ini memiliki nilai penting, karena pertukaran budaya berlangsung dua arah. Selain berbagi pengetahuan, mahasiswa internasional juga belajar mendengarkan, memahami perbedaan, dan menghargai pengalaman masyarakat setempat.
Antusiasme siswa terlihat dari tanggapan Fikri, siswa kelas XI SMA Barrang Lompo, yang mengungkapkan kegembiraannya dapat berinteraksi langsung dengan mahasiswa dari berbagai negara.
“Saya senang sekali bisa bertemu langsung dengan kakak-kakak mahasiswa dari berbagai negara dan mendapatkan kesempatan untuk melatih kemampuan berbahasa Inggris. Hal yang paling berkesan adalah bisa mengetahui tradisi atau adat yang belum kita tahu sebelumnya. Saya sangat berharap kegiatan seru seperti ini bisa kembali dilaksanakan di sekolah kami,” ujar Fikri.
Ia berharap kegiatan seperti ini dapat berkembang menjadi program berkelanjutan yang turut dirancang dan dijalankan secara mandiri oleh mahasiswa internasional melalui organisasi atau komunitas mereka.
UISO 2026 juga memperkenalkan dimensi lain dari pembelajaran internasional, yaitu pemahaman terhadap lingkungan pesisir dan laut.
Para peserta mengunjungi Marine Station Unhasdi Pulau Barrang Lompo untuk mengenal kegiatan pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat yang memanfaatkan ekosistem laut sebagai ruang belajar. Salah satu materi yang diperkenalkan adalah penangkaran dan konservasi kima (giant clam), biota laut yang berperan dalam ekosistem terumbu karang.
Pada hari berikutnya, pembelajaran dilanjutkan melalui eksplorasi alam di Pulau Kodingareng Keke. Mahasiswa diperkenalkan dengan lingkungan bawah laut, termasuk aktivitas snorkeling. Hal ini menimbulkan kesadaran menjaga kelestarian lingkungan laut.
Di luar agenda akademik dan lingkungan, UISO 2026 dirancang sebagai ruang untuk membangun hubungan personal di antara mahasiswa internasional dari berbagai negara, program studi, dan latar belakang budaya.
Selama dua hari kegiatan, peserta memiliki kesempatan untuk saling mengenal, berbagi pengalaman, dan membangun persahabatan di luar lingkungan perkuliahan. Interaksi tersebut penting karena keberagaman mahasiswa tidak otomatis menghasilkan komunitas yang inklusif.
Mario Gusmao Branco, mahasiswa asal Timor Leste dari Fakultas Pertanian Unhas, mengungkapkan bahwa interaksi dengan siswa SMA Barrang Lompo dan pertemuan dengan mahasiswa dari berbagai negara menjadi pengalaman yang berkesan.
“Saya sangat menikmati kesempatan untuk mengenal mereka lebih dekat dan melihat antusiasme mereka. Bertemu dengan mahasiswa dari berbagai negara juga menjadi pengalaman yang luar biasa. Saya senang dapat mempelajari budaya mereka, menjalin pertemanan baru, dan berbagi momen kebersamaan,” ungkap Mario.
Program UISO 2026 memiliki keterkaitan dengan sejumlah Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs). Secara langsung, program ini mendukung SDG 4 (Pendidikan Berkualitas), SDG 10 (Berkurangnya Kesenjangan), dan SDG 14 (Ekosistem Lautan).
Selain itu, kolaborasi dengan mahasiswa internasional dan komunitas lokal juga berkontribusi pada SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan). Kontribusi terhadap SDGs akan semakin kuat, mengingat program ini direncanakan berlangsung setiap semester dengan variasi lokasi.
Tahun ini, kegiatan UISO 2026 diselenggarakan pada 24–25 Oktober 2026, di Pulau Barrang Lompo dan Pulau Kodingareng Keke, Makassar.