Trump Ragu Pemimpin Baru Iran Mojtaba Khamenei Bisa Hidup Berdampingan dengan AS 

Trump Ragu Pemimpin Baru Iran Mojtaba Khamenei Bisa Hidup Berdampingan dengan AS 

 

ABATANEWS.COM – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyatakan keraguannya bahwa pemimpin tertinggi baru Iran Mojtaba Khamenei dapat hidup berdampingan secara damai dengan Washington di tengah meningkatnya ketegangan antara kedua negara.

Dalam wawancara dengan Fox News yang disiarkan Selasa lalu, Trump mengatakan ia tidak puas dengan keputusan Iran menunjuk Mojtaba Khamenei sebagai pemimpin tertinggi baru.

“Saya tidak percaya dia bisa hidup dalam damai,” kata Trump dilansir Anadolu, Selasa (17/3/2026).

Ia sebelumnya juga menyebut penunjukan tersebut sebagai “kesalahan besar” dan memperingatkan bahwa pemimpin baru Iran itu “tidak akan bertahan lama” tanpa persetujuan Amerika Serikat.

Terkait kemungkinan dialog antara Amerika Serikat dan Iran, Trump mengatakan pembicaraan masih mungkin terjadi. Namun bergantung pada syarat yang dapat diterima oleh pihaknya.

“Saya mendengar mereka sangat ingin berbicara,” ujarnya, seraya menambahkan bahwa pembicaraan itu hanya “mungkin” dilakukan jika memenuhi ketentuan tertentu.

Pernyataan tersebut berbeda dengan komentarnya sebelumnya yang menyebut ia telah “setuju untuk berbicara” dengan pejabat Iran.

Trump juga mengemukakan alasan baru terkait peluncuran operasi militer terhadap Iran, dengan mengklaim bahwa Amerika Serikat telah menghancurkan setengah dari persediaan rudal Iran dalam serangan awal pada 28 Februari.

“Jika kami menunggu tiga hari lagi, saya yakin kami akan diserang,” katanya. Klaim tersebut dibantah oleh Iran yang menyatakan tidak mencari senjata nuklir maupun rudal yang mampu menjangkau wilayah Amerika Serikat.

Trump juga mengatakan utusannya, Steve Witkoff dan Jared Kushner, melaporkan bahwa Iran mengklaim memiliki cukup uranium yang diperkaya untuk membuat 11 bom nuklir.

Menurut Trump, informasi tersebut membuat tindakan militer menjadi tidak terhindarkan.

“Mereka pada dasarnya mengatakan bahwa saya harus menyerang mereka,” ujarnya.

Berita Terkait
Baca Juga